Penambahan Kasus Positif Covid-19 Terbanyak di Jakarta Saat Idulfitri, 119 Orang Terpapar

TrubusNews
Binsar Marulitua
25 Mei 2020   08:00 WIB

Komentar
Penambahan Kasus Positif Covid-19 Terbanyak di Jakarta Saat Idulfitri, 119 Orang Terpapar

Juru bicara pemerintah untuk Penanganan Corona Achmad Yurianto (Foto : Humas BNPB)

Trubus.id -- Jumlah kasus pasien positif Covid-19 di Indonesia bertambah 526 kasus sampai pada hari Minggu (24/5/2020) yang bertepatan dengan Hari Raya Idulfitri 1441 Hijriah.  Dari jumlah total 22.271 kasus, tambahan kasus positif terbanyak terjadi di Provinsi DKI Jakarta, yakni 119 orang. 

Penambahan terbanyak kedua ada di Provinsi Jawa Timur yaitu sebanyak 68 orang, disusul Papua sebanyak 62 orang.

Juru bicara pemerintah untuk Penanganan Corona Achmad Yurianto meminta kepada masyarakat yang ada di daerah agar tidak kembali ke Jakarta untuk mencari nafkah, dalam situasi pandemi COVID-19.

Hal tersebut disebabkan Ibu Kota Jakarta saat ini menjadi episentrum COVID-19 yang justru dapat bisa menjadi permasalahan semakin besar.

"Inilah yang kemudian beberapa kali pemerintah, bahkan Bapak Presiden sendiri mengatakan, kita harus bersabar. Situasi ini tidak mudah. Namun, kita yakin dengan kebersamaan, pasti kita akan bisa melakukan,” kata Yuri di Jakarta, Minggu (24/5/2020).

Baca Lainnya : Kantor dan Tempat Kerja Kembali Dibuka, Ini Panduan Mitigasi Covid-19 dari Menkes

Yuri juga memaparkan, hal tersebut juga sesuai dengan Peraturan Gubernur DKI Jakarta nomor 47 Tahun 2020 Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) baik ke luar atau masuk Provinsi DKI Jakarta. Pergub ini dikeluarkan Anies sebagai upaya pemerintah daerah untuk mencegah penyebaran Covid-19.

"Prinsipnya adalah, bahwa memang ada pengecualian untuk aktivitas pekerjaan yang dilakukan, baik oleh warga DKI yang harus melaksanakan pekerjaan di luar Jabodetabek, atau orang yang berada di luar Jabotabek yang harus ada pekerjaan di DKI," kata Yuri saat konferensi pers di Gedung BNPB, Jakarta, Minggu.

Dalam Pergub itu dijelaskan aktivitas masyarakat keluar dan masuk wilayah Jakarta pada masa pandemi dilarang dengan pengecualian. Siapapun yang melaksanakan perjalanan keluar-masuk DKI Jakarta wajib memiliki Surat Izin Keluar-Masuk (SIKM) yang dapat diunduh di situs corona.jakarta.go.id.

Jakarta juga telah memperpanjang masa PSBB untuk yang ketiga kalinya. PSBB yang ketiga ini akan berakhir pada 4 Juni mendatang.

Jumlah kumulatif kasus positif virus corona di Indonesia per Minggu (24/5) mencapai 22.271 orang. Dari jumlah itu, 5.402 orang dinyatakan sembuh dan 1.372 orang lainnya meninggal dunia.

Baca Lainnya : Jakarta Tertinggi Covid-19, Ini Sejumlah Titik Penyekatan Pintu Masuk Arus Balik Lebaran

Seluruh kasus positif itu tersebar di 34 provinsi dan 404 kabupaten kota. Ada penambahan 5 kabupaten/kota.

Jumlah orang dalam pemantauan (ODP) saat ini mencapai 42.551 orang. Sementara, pasien dalam pengawasan (PDP) mencapai 11.389 orang.

Yuri mengatakan tugas pemerintah, tenaga medis, masyarakat dan semua pemangku kepentingan yang terlibat dalam penanganan Covid-19 ini masih tergolong berat.

"Masih ada masyarakat yang rentan tertular karena masih kontak dekat, masih kegiatan berkerumun, tidak jaga jarak, tidak pakai masker tidak cuci tangan. Ini jadi sebab mengapa kasus ini masih terus terjadi dari hari ke hari," ujarnya.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: