Inovasi Pasta Bawang Merah Buatan Petani Brebes Diminati Pasar Timur Tengah

TrubusNews
Astri Sofyanti
18 Mei 2020   11:16 WIB

Komentar
Inovasi Pasta Bawang Merah Buatan Petani Brebes Diminati Pasar Timur Tengah

Inovasi produk olahan pasta bawang merah Brebes diminati hingga ke negara-negara Timur Tengah seperti Arab Saudi. (Foto : Dok. Kementerian Pertanian)

Trubus.id -- Meski terdampak pandemi Covid-19, petani bawang merah di Brebes, Jawa tengah tak menyerah begitu saja dengan keadaan. Agar perekonomian mereka bisa terus berjalan, para petani Brebes melakukan inovasi dengan mengolah bawang merah menjadi pasta.

Melihat kreativitas para petani ini, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengapresiasi inovasi yang mereka lakukan demi mencari nafkah meski terdampak pandemi Covid-19. Dirinya berharap melalui inovasi tersebut, sekaligus bisa meningkatkan mutu dan kualitas bawang merah di samping terus menggenjot produksi baik untuk pasar lokal maupun sebagai upaya peningkatan ekspor komoditas pertanian (GraTiEks).

Inovasi yang dilakukan para petani ini melalui olahan pasta bawang merah. Tak sia-sia, ternyata peminat pasta bawang merah asal Brebes ini diminati negara-negara Timur Tengah salah satunya Arab Saudi.

“Rata-rata 10 sampai 15 ton setiap bulannya dikirim ke Arab Saudi,” demikian disampaikan salah seorang pelaku usaha pasta bawang merah, Dien melalui keterangannya.

Diakui Dien, dirinya melakukan ekspor pasta bawang merah ini sejak Desember tahun lalu. selanjutnya ia terus melakukan ekspor berturut-turut hingga Maret lalu dengan total ekspor hingga 14 ton.

“Cuma memang karena kendala Covid-19 ini, permintaan terhenti sementara. Terakhir kami ekspor awal April lalu,” ujarnya menjelaskan.

Pasta bawang merah biasanya digunakan sebagai salah satu bumbu makanan. Pasta hasil olahan dan inovasi para petani di Brebes ini bisa bertahan hingga 6 bulan dalam suhu ruang. Sementara jika disimpan dalam ruangan berpendingin bisa sampai setahun.

Berdasar data Kementerian Pertanain, produksi bawang merah Brebes mencapai 290.813 ton per tahun, dengan luas tanam sekitar 24.783 hektare. Tingginya produktifitas bawang merah Brebes menjadikan Brebes sebagai penyangga kebutuhan nasional, yakni sebesar 30 persen untuk nasional dan 60 persen untuk Jawa Tengah.

Saat ini harga bawang merah segar relatif masih menarik. Harga di tingkat petani terendah mencapai Rp21.000. Sementara yang teringgi dilego Rp45.000. Adapun harga seperti di Pasar Induk Kramat Jati terpantau berada di kisaran Rp38.000, sedangkan harga eceran tertinggi mencapai Rp53.000.

Kendati ekspor sementara berhenti saat ini, Dien dari Badan Usaha Milik Petani (BUMP) PT. Sinergi Brebes Inovatif memastikan usaha olahan pasta bawang merah tetap berlangsung. Pasalnya permintaan dalam negeri terhadap pasta bawang merah cukup tinggi, yakni 2-3 ton perbulan.

“Kalau dalam negeri, Alhamdulillah masih berjalan terus. Permintaan tetap ada baik lewat online, pasar tradisional juga pasar ritel. Dibandingkan dengan permintaan ekspor, permintaan dalam negeri untuk pasta bawang ini relatif lebih rendah, tapi lumayan,” tuturnya.

Karena itu, pihaknya tengah mengupayakan agar masyarakat bisa lebih mengenal pasta bawang merah dengan lebih baik. Sebab, selain lebih ekonomis pasta bawang merah juga bisa disimpan lebih lama sebagai bumbu dapur.

“Kami berharap ada bantuan dari pemerintah untuk membantu promosi usaha pengolahan bawang merah sehingga masyarakat bisa lebih mengenal dan lebih tertarik ke produk olahan pasta ini,” ungkap dia.

“Misalnya difasilitasi untuk bisa berproduksi di skala industri dan juga dengan chef (juru masak)," tambahnya.

Sementara itu, Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hortikultura, Ir. Yasid Taufik, MM, menyampaikan bahwa sesuai amanat Undang-undang tentang Hortikultura (UU no 13 tahun 2010), Kementerian Pertanian akan fokus membina pelaku UMKM. Baik dari budidaya sampai penanganan hasil olahan.

“Bentuk dorongan yang diberikan adalah fasilitasi sektor hilirisasi melalui pengolahan hasil panen sampai ke pemasaran. Tujuannya, untuk meningkatkan capacity building individu sehingga memiliki kapabilitas dalam persaingan usaha, dan produknya berdaya saing tinggi,” ujarnya menegaskan.

Dikatakan Yasid, hal ini sangat penting mengingat para pelaku UMKM di Indonesia cukup besar jumlahnya dan turut mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Apalagi seperti Brebes merupakan daerah sentra bawang merah maka perlu didukung adanya pengembangan inovasi lain seperti pasta bawang ini,” tandasnya. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Masalah Subsidi Pupuk, Begini Solusi Pakar IPB

Peristiwa   19 Jan 2021 - 08:37 WIB
Bagikan:          
Bagikan: