Mendag Keluarkan SOP Protokol Kesehatan Pasar Rakyat Jelang Hari Raya Idul Fitri

TrubusNews
Astri Sofyanti
14 Mei 2020   17:50 WIB

Komentar
Mendag Keluarkan SOP Protokol Kesehatan Pasar Rakyat Jelang Hari Raya Idul Fitri

Menteri Perdagangan, Agus Suparmanto dalam Konferensi Pers Persiapan Pasar Menuju Lebaran di Graha BNPB, Jakarta, Kamis (14/5/20). (Foto : Biro Humas Kementerian Perdagangan)

Trubus.id -- Pandemi Covid-19 melanda hampir seluruh dunia. Tercatat lebih dari 200 negara di dunia terjadi penularan virus corna jenis baru ini, termasuk Indonesia. Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto menyebut pemerintah terus berupaya untuk menyelamatkan keselamatan masyarakat serta menyelamatkan ekonomi Indonesia.

Dirinya menyebut bahwa Kementerian Perdagangan telah menyiapkan standar operasional prosedur (SOP) protokol kesehatan untuk pasar rakyat ditengah pandemi Covid-19 terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah.

“Selain menetapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Kemendag telah menyiapkan SOP protokol kesehatan untuk pasar rakyat dan ritel modern menjelang Lebaran,” kata Mendag Agus saat menggelar jumpa pers terkait kesiapan pasar menuju Lebaran di Media Center Percepatan Penanganan Covid-19, Graha BNPB, Jakarta, Kamis (14/5/20).

Dikatakan Agus, ada beberapa hal yang disoroti Kemendag, pertama yaitu pengelola pasar rakyat harus menyiapkan dan memastikan seluruh pedagang menggunakan masker dan sarung tangan selama beraktivitas, serta memastikan semua elemen pasar negatif Covid-19 dengan hasil tes yang diperoleh dari rapid test dengan difasilitasi oleh pemerintah.

“Kemudian pintu masuk pasar harus menggunakan batas pagar untuk mengontrol jumlah pengunjung, di mana harus dilakukan pembatasan sekitar 30 persen dari kapasitas yang biasa normal dilakukan dengan 2,5 jam waktu kunjungan secara interval,” tuturnya.

Selain itu, harus ada petugas informasi yang juga bertugas untuk memastikan pengunjung menghindari kontak fisik dengan pengunjung langsung selama beraktivitas di pasar.

Kemusian lanjut Agus, pengelola pasar wajib menyediakan sarana dan alat kesehatan dengan mengatur waktu operasional dan menerapkan jarak fisik (physical distancing) sesuai protokol kesehatan yakni dengan jarak 1,5 meter antar pedagang, serta memberikan teguran atau sanksi kepada pedagang yang tidak mematuhi aturan protokol kesehatan.

Selain itu, pedagang wajib mematuhi protokol kesehatan, seperti membersihkan kiosnya, wajib mengenakan masker dan sarung tangan selama beraktivitas di pasar, serta menjaga barang dagangannya agar tetap higienis.

Pembeli diakui Mendag, juga wajib mengikuti protokol kesehatan. Seperti menggunakan masker, sarung tangan, mencuci tangan dengan sabun, menghindari pembayaran dengan uang tunai di ritel modern kecuali di pasar rakyat.

“Pedagang wajib menyiapkan plastik uang ketika bertransaksi,” lanjut Agus.

Pembeli juga perlu menerapkan jarak fisik saat berbelanja dan mengatur waktu kunjungan untuk disesuaikan.

Masyarakat diminta untuk melakukan pembelanjaan secara digital baik melalui pasar daring, maupun memanfaatkan ojek online hingga e-commerce.

Dengan menerapkan SOP protokol kesehatan yang dianjurkan, maka Indonesia akan mampu memerangi Covid-19 dengan cepat.

“Saya mendorong operasionalisasi pasar rakyat dengan mematuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan. Masyarakat juga diminta tidak melakukan panic buying dan berbelanjalah seperlunya. Saya menjamin seluruh bahan pokok yang dibutuhkan tersedia serta harga yang terjangkau,” tutup Mendag Agus.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Kementan Ungkap Alasan Harga Pupuk Bersubsidi Naik

Peristiwa   20 Jan 2021 - 09:13 WIB
Bagikan:          
Bagikan:          

Masalah Subsidi Pupuk, Begini Solusi Pakar IPB

Peristiwa   19 Jan 2021 - 08:37 WIB
Bagikan: