Update Banjir Bandang Aceh Tengah, 57 Rumah Rusak Mengakibatkan 89 Jiwa Mengungsi

TrubusNews
Astri Sofyanti
14 Mei 2020   11:00 WIB

Komentar
Update Banjir Bandang Aceh Tengah, 57 Rumah Rusak Mengakibatkan 89 Jiwa Mengungsi

Banjir Bandang Terjang Aceh Tengah. (Foto : Badan Penanggulangan Bencana Aceh)

Trubus.id -- Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) melaporkan hujan deras yang melanda 5 desa di 2 Kecamatan di Kabupaten Aceh Tengah menyebabkan banjir bandang dan mengakibatkan 57 unit rumah rusak membuat 89 warga terpaksa harus mengungsi.

Bencana alam tersebut terjadi, Rabu (13/5) pukul 15.00 WIB, melanda 4 desa di Kecamatan Kebayakan, yang meliputi Desa Paya Tumpi Induk, Paya Tumpi Baru, Pinangan dan Gunong Balohen. Sementara 1 desa lainnya, Desa Daling terletak di Kecamatan Bebesen. Jalan kampun Desa Daling tertimbun material lumpur. Namun, jalan tersebut masih bisa dilalui kendaraan roda dua dan roda empat.

Berdasarkan update data BPBA, Kamis (14/5/20), petugas masih terus berupaya melakukan penanganan darurat pascabanjir bandang yang menerjang dua desa di Kabupaten Aceh Tengah. BPBA memastikan keselamatan warga dan pelayanan dasar bagi mereka yang mengungsi.

BPBA mendirikan pos komando untuk menangani situasi darurat pascabencana. Mereka yang mengungsi ditampung di tempat pengungsian yang berlokasi di SD Negeri 3 Kebayakan. Pemerintah daerah melalui Dinas Sosial Aceh Tengah menyiapkan dapur umum untuk memenuhi asupan gizi para penyintas.

Berdasarkan informasi yang dari Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Raditya Jati, pemerintah setempat telah menyalurkan bantuan kepada warga serta mengerahkan alat berat. Alat berat yang berada di lokasi segera melakukan pembersihan material banjir bandang.

“Pemerintah daerah yang dimotori BPBD dibantu personel TNI, Polri dan Tagana bekerja untuk memastikan proses evakuasi dan pembersihan material longsor, terutama pada akses jalan. Akses jalan Takengan ke Bireueun telah dibuka dan berjalan normal kembali,” kata Radit dalam keterangan persnya yang diterima di Jakarta, Kamis.

Data terdampak sementara antara lain korban luka 4 orang dari Desa Paya Tumbi Baru dan 1 lainnya dari Desa Paya Tumbi Induk.  Warga yang mengungsi di SDN 3 Kebayakan berjumlah 10 KK (33 jiwa), sedangkan sekitar 15 KK (56 jiwa) mengungsi ke rumah saudara.

“Rumah rusak berat berjumlah 31 unit dan rusak sedang 26 unit,” ujar Radit.

Sementara itu, penanganan darurat pascabanjir juga dilakukan di wilayah Bener Meriah. Sebelumnya diberitakan bahwa banjir terjadi pada Rabu (15/5), pukul 15.00 WIB.

Tiga kecamatan terdampak banjir tersebut, yakni Kecamatan Bukit (Desa Mutiara Baru), Kecamatan Mesidah (Cemparam/Pakat Jeroh) dan Permata (Desa Wih Tenang Toa).

Putusnya jembatan penghubung Desa Wih Tenang Toa dan Dusun Bakongan, sehingga akses menuju Dusun Bakongan putus total dan tidak dapat dilalui roda dua maupun roda empat.

Hingga saat ini Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Bener Meriah, unsur pemerintah terkait lain dan TNI/Polri dibantu masyarakat setempat membersihkan lumpur yang memasuki rumah warga. Mereka membersihkan material kayu yang menumpuk di jalan. Untuk Kecamatan  Permata Desa Weh Tenang Toa sampai saat ini belum bisa dilalui roda dua maupun roda empat.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Harga Gula Masih Melambung di Atas Harga Eceran Tertinggi

Peristiwa   03 Juni 2020 - 17:04 WIB
Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: