Daya Beli Petani Merosot Saat Panen pada April 2020, Ini Penyebabnya

TrubusNews
Binsar Marulitua
05 Mei 2020   03:30 WIB

Komentar
Daya Beli Petani Merosot Saat Panen pada April 2020, Ini Penyebabnya

Ilustrasi Petani (Foto : Binsar Marulitua)

Trubus.id -- Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, indeks Nilai Tukar Petani (NTP) nasional pada April 2020 tercatat sebesar 100,32 persen. Angka tersebut turun 1,73 persen jika dibandingkan pada Maret 2020 sebesar 102,09 persen. 

Kepala BPS Suhariyanto mengungkapkan, penurunan daya beli tercermin dari indikator NTP.  penurunan NTP tertinggi terjadi di Kalimantan Barat mencapai 3,27 persen, sementara peningkatan NTP terjadi di Provinsi Riau 1,66 persen.

"Daya beli petani menurun pada April 2020 di tengah banjirnya stok pangan dan penurunan harga komoditas yang masih berlanjut," jelas Pria yang akrab disapa Kecuk pada Senin (4/5/2020). 

Kecuk memaparkan, penurunan harga produk pangan terjadi karena ada peningkatan stok dari panen membuat harga jual produk pertanian menurun di tingkat distributor dan konsumen. Padahal harga beberapa komoditas masih cukup rendah di pasar internasional masih cukup rendah disaat yang sama. 

Baca Lainnya : 2,4 Juta Petani Miskin Akan Terima BLT Rp600 Ribu Hadapi Pendemi Covid-19

"Penurunan karena sedang memasuki panen raya. Selain itu ada penurunan harga komoditas, seperti karet, kelapa, sawit, kopi, cengkeh, dan lainnya," tambahnya. 

Kecuk kembali menerangakan, NTP bagi petani sektor tanaman pangan turun 1,45 persen dari 102,41 menjadi 100,93. Sedangkan NTP hortikultura tercatat turun 1,18 persen dari 103,5 menjadi 102,28. 

Selanjutnya, NTP tanaman perkebunan rakyat turun 2,48 persen dari 103,39 menjadi 100,82 pada Maret 2020.

Baca Lainnya : Hanya Ada 2,7 Juta Petani Milenal dari Total 33,4 Juta Petani Indonesia

NTP sektor tanaman pangan, turun karena rendahnya harga gabah. Lalu, NTP hortikultura dipengaruhi harga sayur-sayuran, khususnya cabai merah dan cabai rawit dan buah-buahan, seperti jeruk dan mangga, serta tanaman obat, misalnya jahe dan sirih.

Selanjutnya, NTP sektor perkebunan rakyat dipengaruhi penurunan harga karet dan kelapa sawit. Kemudian, NTP peternakan turun 1,76 persen dari 98,12 menjadi 96,4, NTP perikanan nelayan turun 1,56 persen dari 100,05 menjadi 98,49, dan NTP perikanan budidaya turun 1,64 persen dari 100,67 menjadi 99,02 pada bulan lalu.

Penurunan NTP peternakan dipengaruhi rendahnya harga ayam ras pedaging dan sapi potong. 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: