Balitbangtan Sulawesi Tenggara Sukses Tingkatkan Produksi Kakao Petani dengan Teknologi

TrubusNews
Astri Sofyanti
30 April 2020   09:00 WIB

Komentar
Balitbangtan Sulawesi Tenggara Sukses Tingkatkan Produksi Kakao Petani dengan Teknologi

Salah seorang petani kakao di Kabupaten Konawe Selatan, Haji Ambomasse. (Foto : Dok. Kementerian Pertanian)

Trubus.id -- Produktivitas kakao di Desa Puudambuu, Kecamatan Angata, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara (Sultra) terus menunjukkan peningkatan. Sebagaimana diketahui, Sulawesi Tenggara merupakan salah satu daerah penghasil kakao di Indonesia. Bahkan Indonesia menduduki peringkat ke-6 sebagai produsen kakao terbesar dunia.

Melihat besarnya potensi tersebut, usai penyelenggaraan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-39 2019 lalu, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan), Kementerian Pertanian melalui Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP), Sulawesi Tenggara memberikan pendampingan teknis budidaya kakao kepada para petani guna lebih mendongkrak produktivitas kakao.

Terbukti, kini Kabupaten Konawe Selatan mampu menghasilkan panen kakao sebanyak 3 ton per hektare. Padahal sebelumnya rata-rata petani hanya mampu memanen 0,5 sampai 1,5 ton kakao per hektare. Tak hanya itu, kini petani di wilayah tersebut bisa menikmati hasil panen kakao sepanjang tahun.

Salah seorang petani kakao di Kabupaten Konawe Selatan, Haji Ambomasse atau yang akrab disapa Haji Masse, mengungkapkan rasa senangnya karena musim ini hasil kakao meningkat dibanding tahun-tahun sebelumnya. Dirinya menuturkan, kini tanaman kakao di wilayahnya tumbuh subur dan berbuah lebat.

“Kami terus mengadopsi inovasi teknologi yang telah diterapkan pada tanaman kakao, sehingga para petani dapat menikmati hasil panen yang meningkat tajam dibanding tahun sebelumnya dan hal ini berdampak pada pendapatan yang kami peroleh,” kata Masse di kebun miliknya, belum lama ini.

Pendampingan teknologi juga telah mengubah kebiasaan bertani.  Selama musim kemarau, petani di wilayah ini pada umumnya membiarkan tanamannya karena tidak berbuah. Dengan pendampingan budidaya tanaman kakao, terbukti tanaman kakao bisa berbuah di luar musim atau saat musim kemarau.  

“Saat ini kami bisa memanen kakao sepanjang tahun. Bahkan sekarang kami dapat panen setiap minggu.” ujarnya.

Kepala BPTP Sululawesi Utara, Muhammad Sidiq membenarkan perkembangan Kakao eks lokasi Gelar Teknologi Kakao HPS-39 sangat menggembirakan. Usai pelaksanaan HPS ke-39 BPTP Sultra intens mengamati perkembangan kakao ke lokasi eks gelar teknologi di Puudambu.

“Apalagi saat kakao mulai berbuah dan memasuki puncak panen pada bulan Mei, kami akan semakin intens memantau perkembanganya,” ucap Sidiq.

Menanggapi keberhasilan pendampingan teknologi kakao di Puudambu, Kepala Balai Besar Pengkajian Teknologi dan Pengembangan Teknologi Pertanian (BBP2TP), M. Taufiq Ratule melalui pesan singkatnya mengatakan sejak momen HPS ke-39 lalu, masyarakat telah diperkenalkan pada banyak hal baru dalam bertani kakao yautu melalui pendekatan teknologi.  Hal ini menurutnya menjadi bagian komitmen Balitbangtan sesuai arahan Kepala  Balitbangtan, Fadjry Djufry bahwa Badan Litbang Pertanian siap untuk terus mengembangkan teknologi yang dibutuhkan petani.

“Berbagai informasi baru tersebut antara lain kakao berbuah lebat di luar musim, benih kakao hasil sambung pucuk, serta teknologi optimalisasi pemanfaatan lahan diantara kakao adalah melalui pengembangan tanaman pangan menggunakan varietas unggul padi ladang, jagung, kedelai serta aneka kacang dan umbi tahan naungan,” tutur Taufiq.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

Ini 5 Daerah di Jawa Barat dengan Kasus Covid-19 Tertinggi

Peristiwa   11 Agu 2020 - 09:18 WIB
Bagikan:          
Bagikan: