Opsi Hujan Buatan Disiapkan untuk Redam Kebakaran Lahan Gambut

TrubusNews
Binsar Marulitua
28 April 2020   12:00 WIB

Komentar
Opsi Hujan Buatan Disiapkan untuk Redam Kebakaran Lahan Gambut

Ilustrasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Foto : Binsar Marulitua)

Trubus.id -- Pemerintah segera mengambil langkah nyata untuk melakukan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) untuk meredamkan pertambahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di lahan gambut. 

TMC berupa hujan buatan ini, akan dilaksanakan pada awal bulan Mei2020, mempertimbangkan prediksi BMKG bahwa masih tersedia potensi bibit awan dan mendekati bulan Juni curah hujan akan mengalami penurunan. 

Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Alue Dohong  mengungkapkan bahwa kondisi di Sumatera yang mengalami peningkatan karhutla harus diantisipasi dengan upaya pencegahan melalui pendekatan dari darat dan udara. 

Baca Lainnya : Sudah 33 Hektare Lahan Terbakar Hingga Hari ke-14 Operasi Karhutla di Bengkalis

“Pencegahan karhutla melalui udara bisa dilaksanakan dengan TMC untuk membasahi gambut, mengisi embung dan kanal yang sudah dibangun. Sedangkan pencegahan karhutla terus dilakukan melalui patroli terpadu serta memeriksa kondisi sumur bor dan sekat kanal supaya senantiasa berfungsi baik, dan siap digunakan," jelas Alue dalam rapat koordinasi melalui video conference (27/04/2020). 

Sekretaris Jenderal KLHK Bambang Hendroyono memberikan arahan bahwa dalam pengendalian karhutla harus melibatkan semua pihak, baik dari pemerintah maupun korporasi yang bertanggung jawab pada area konsesi.

“Biaya TMC cukup besar, jadi harus dilakukan pada area prioritas yang terjadi karhutla berulang selama lima tahun terakhir, sehingga lokasi turunnya hujan buatan hasil penyemaian awan bisa secara efektif mencegah karhutla," ujar Bambang.

Sementara, Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim KLHK Ruandha Agung Sugardiman mengungkapkan sampai dengan saat ini khususnya di Sumatera, Manggala Agni di 17 Daops senantiasa siaga melakukan pencegahan dan pemadaman. 

“Selama tahun 2020 sampai saat ini, patroli udara dan waterbombing di Provinsi Riau telah melibatkan sembilan unit helikopter, dengan air yang sudah dijatuhkan lebih dari 11 juta liter. Sedangkan TMC sudah dilakukan sebanyak 27 sorti dengan menaburkan lebih dari 21 ton garam," tambah Ruandha.

Baca Lainnya : Deforestasi Netto 2018-2019 Capai 462,4 Ribu Hektare, KLHK Sebut Rendah dan Stabil

Selain itu Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan KLHK juga telah mengirimkan surat kepada 15 gubernur dan 31 bupati/walikota untuk mendorong dilakukannya pembasahan lahan untuk mencegah karhutla. Dalam surat tersebut dilampirkan peta lahan gambut yang sudah dioverlay dengan firespot serta peta kelembaban tanah.

Sebagai upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan pada musim kemarau yang akan segera datang ada beberapa upaya yang harus segera dilakukan antara lain menyusun rencana aksi bersama antar kementerian dan lembaga. Selain itu, persiapan pelaksanaan TMC pada awal bulan Mei berkoordinasi dengan BPPT, BMKG, dan TNI. 

Selanjutnya pembasahan gambut dan pencegahan karhutla harus terus dilakukan dengan melaksanakan patroli oleh Manggala Agni dan Brigdalkarhut KSDAE, namun dengan tetap memperhatikan protokol pencegahan Covid-19 selama masa pandemi.

Baca Lainnya : KLHK Latih 3000 Petani Hutan Secara E-Learning Saat Pendemi Covid-19

Pada pelaksanaan patroli pencegahan karhutla, selain pengawasan lapangan dan sosialisasi juga mengutamakan pemadaman secara dini, sedangkan untuk wilayah remote area diupayakan pemadaman melalui udara. 

Berdasarkan Satelit Terra/Aqua (NASA) Conf. Level ?80% perbandingan total jumlah hotspot tahun 2019 dan 2020 (tanggal 1 Januari – 27 April 2020) sebanyak 746 titik, pada periode yang sama tahun 2019 jumlah hotspot sebanyak 1.186 titik (terdapat penurunan jumlah hotspot sebanyak 440 titik / 37,10 %)

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Usai Budikdamber, Kini Ternak Ayam Portable Jadi Tren

Inovasi   04 Des 2020 - 17:33 WIB
Bagikan:          

Kohibora Fokus Hijaukan Kota Bogor Lewat Hidroponik

Peristiwa   04 Des 2020 - 15:14 WIB
Bagikan:          

Gubernur Bengkulu Ajak Seluruh Pihak Perkuat Kostratani

Peristiwa   04 Des 2020 - 13:49 WIB
Bagikan: