Penyerapan Ayam Ras Milik Peternak Mandiri di Tengah Pandemi Covid-19 Mulai Berjalan

TrubusNews
Astri Sofyanti
24 April 2020   11:00 WIB

Komentar
Penyerapan Ayam Ras Milik Peternak Mandiri di Tengah Pandemi Covid-19 Mulai Berjalan

Kementan bersama perusahaan besar melakukan penyerapan ayam ras di peternak mandiri di tengah pandemi Covid-19 (Foto : Dok. Kementerian Pertanian)

Trubus.id -- Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) bekerja sama dengan perusahaan besar (integrator) menampung ataupun membeli ayam broiler dari peternak mandiri di tengah pandemi Covid-19 ini, mulai berjalan.

"Kemarin, PT Japfa Comfeed sudah melakukan pembelian livebird di farm broiler peternak mandiri milik Sugeng Wahyudi (anggota GOPAN) di Dramaga Tanjakan Bogor,” kata I Ketut Diarmita, Dirjen PKH melalui siaran persnya, Jumat (24/4/20).

Ia menjelaskan bahwa pembelian livebird oleh PT. Japfa Comfeed sebanyak 1.920 ekor, dengan harga Rp15.000 per kilogram (kg) dan akan didistribusikan ke RPH-U Parung – Ciomas, Bogor.

"Ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan tersebut untuk membeli livebird sebanyak 700.000 ekor," tuturnya.

Ketut mengungkapkan, berdasarkan informasi dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah, PT CPI, salah satu integrator juga telah membeli ayam broiler dari kandang Eri, seorang peternak mandiri yang berdomisili di Desa Ngabean Boja, Kendal.

Disebutkan bahwa jumlah ayam yang dibeli pada hari Rabu (22/4) oleh PT CPI itu adalah sebanyak 4.000 ekor dengan harga Rp15.000 per kg berat hidup. Sementara harga kesepakatan PINSAR di pasaran adalah Rp10.000 per kg, jadi masih ada selisih Rp5.000 yang bisa didapatkan peternak.

"Ayam yang dibeli di Kendal ini merupakan bagian dari komitmen 1 juta ekor ayam yang akan dibeli oleh PT. CPI di Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jawa Timur," tambah Ketut.

Pembelian oleh PT. CPI ditargetkan sebanyak 20.000 ekor per hari yang selanjutnya akan dipotong di RPH-U yang berada di Salatiga. Karkas yang dihasilkan akan diolah menjadi produk olahan ayam seperti nugget, sosis, dan dan produk olahan lainnya.

Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak, Ditjen PKH, Sugiono ketika dihubungi menjelaskan bahwa tujuan kerja sama untuk menyerap ayam broiler dari peternak mandiri tersebut antara lain adalah untuk membantu mengurangi supply ayam ke pasar sehingga dapat menyeimbangkan supply-demand.

"Kita harapkan nantinya harga akan meningkat, dan para peternak bisa menikmati hasil usahanya," jelas Sugiono.

Dirinya meminta agar semua pemangku kepentingan dapat saling membantu dan berbagi dalam situasi sulit saat ini, khususnya membantu peternak mandiri melalui fasilitasi pemasaran.

Sebelumnya, pada hari Senin (20/4) di Kantor Pusat Kementerian Pertanian telah diselenggarakan Penandatanganan Kerjasama dengan PT. Universal Agri Bisnisindo, Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional (GOPAN) dan Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat (PINSAR) dalam pembelian ayam ras siap potong

"Saat ini sudah 22 perusahaan besar yang akan membantu penyerapan livebird sebanyak 4.119.000 ekor di Pulau Jawa," tandasnya.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: