Pandemi Covid-19 Meningkatkan Kekhawatiran Soal Ancaman Sampah dan Limbah Medis

TrubusNews
Astri Sofyanti
23 April 2020   14:00 WIB

Komentar
Pandemi Covid-19 Meningkatkan Kekhawatiran Soal Ancaman Sampah dan Limbah Medis

Pemusnahan limbah medis (Foto : ANTARA FOTO)

Trubus.id -- Tenaga medis Indonesia tidak hanya berhadapan dengan risiko terpapar Covid-19 dari pasien. Sebagai garda depan, mereka juga menghadapi pengelolaan sampah medis yang bisa menjadi medium penularan.

Tingginya jumlah pasien positif Covid-19 berbanding lurus dengan jumlah limbah medis yang dihasilkan. Limbah medis seperti bekas jarum suntik, bekas kantong infus, dan disinfektan mengandung bahan infeksius atau berpotensi menularkan penyakit. Limbah medis masuk dalam golongan limbah B3 (bahan berbahaya dan beracun) yang penanganan dalam pembuangannya tidak boleh sembarangan.

Padahal selama ditetapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) jumlah emisi dan polusi di kota-kota besar mulai berkurang. Namun, masih ada ancaman pencemaran lain yang harus dikhawatirkan.

“Pandemi COVID-19 di satu sisi memberikan berkah turunnya emisi gas buang yang menghambat perubahan iklim. Namun di sisi lain, ada ancaman berupa sampah atau limbah dari aktivitas manusia terhadap virus ini,” kata Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Teknik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Agus Haryono dalam keterangan persnya.
 
Diakui Agus, Prosedur pembuangan yang tepat harus diperhatikan agar limbah medis tidak berbahaya bagi makhluk hidup lainnya ataupun mencemari lingkungan.
 
Sementara itu, Kepala Loka Penelitian Teknologi Bersih (LPTB) LIPI, Ajeng Arum Sari mengungkapkan, klasifikasi pencemar lingkungan dibagi dua, yaitu sumber tetap seperti senyawa azo dan logam berat, dan sumber bergerak seperti pencemaran dari transportasi.

Dirinya menjelaskan, menurut Sustainable Development Goals (SDGs) 2015-2030 ekonomi merupakan bagian dari lingkungan sosial, dan lingkungan sosial adalah bagian dari lingkungan.

“Sehingga isu lingkungan hidup terkait dampak pandemi Covid-19 tidak bisa dikesampingkan,” jelas Ajeng.
 
LIPI teknologi pemanfaatan sinar-UV untuk sterilisasi limbah penanganan Covid-19. Teknologi yang dikembangakan Pusat Penelitian Elektronika dan Telekomunikasi LIPI ini diberi nama Simple Smart UV-C Sanitizer (SiSUSAN). SiSusan merupakan alat strelisasi ruangan portable yang dapat dikendalikan dengan ponsel pintar. SiSUSAN dikembangkan secara sederhana dengan memanfaatkan sinar UV untuk membunuh virus atau bakteri.

“Tidak hanya mudah digunakan, SiSUSAN juga murah sehingga cocok digunakan di lingkungan rumah tangga, puskesmas, sekolah, dan kantor,” ujar Yusuf Nur Wijayanto dari Pusat Penelitian Elektronika dan Telekomunikasi LIPI.

Dirinya mengajak seluruh masyarakat untuk lebih peduli lagi terhadap bumi, bersikap lebih bijak terhadap bumi di masa pandemi Covid-19 juga memperkenalkan alternatif untuk mengurangi melimpahnya limbah medis.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

Jokowi Perintahkan Perkuat Ekonomi Desa di Tengah Pandemi

Peristiwa   25 Sep 2020 - 09:39 WIB
Bagikan:          
Bagikan: