Peran Penting Hutan Mangrove untuk Inisiatif Pembangungan Rendah Karbon

TrubusNews
Binsar Marulitua
23 April 2020   12:00 WIB

Komentar
Peran Penting Hutan Mangrove untuk Inisiatif Pembangungan Rendah Karbon

Ilustrasi mangrove (Foto : Binsar Marulitua)

Trubus.id -- Indonesia memiliki hutan mangrove terluas di dunia dengan total 3,2 juta hektar yang merupakan 22,4% dari total luas hutan mangrove dunia. Kendati vegetasi laut hanya memiliki proporsi 0,05% dari biomassa vegetasi darat, namun memiliki kemampuan menyimpan karbon yang sebanding dengan vegetasi darat. 

Peneliti mangrove dari Pusat Penelitian Oseanografi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Aan J. Wahyudi mengatakan, area vegetasi laut ini menunjukkan bahwa ekosistem pesisir Indonesia berpotensi signifikan untuk menyerap dan menyimpan karbon.

“Ekosistem pesisir atau vegetasi laut seperti mangrove, rawa air asin, lamun, dan makroalga memiliki kemampuan untuk menyerap karbon dioksida atmoster melalui proses fotosintesis,” kata Aan J. Wahyudi di Jakarta pada Rabu (22/4/2020).

Baca Lainnya : Padat Karya, KLHK Libatkan Petani Hutan Rehabilitasi 25 Hektare Mangrove Way Kambas

Aaan menjelaskan, karbon dioksida atmoster yang mengalir dalam siklus yang melewati vegetasi laut disebut dengan istlah karbon biru  atau blue carbon.

“Karbon biru juga mengacu pada akumulasi dan penyimpanan karbon organik dalam endapan,” jelas Aan.

Ekosistem mangrove dan padang lamun berkontribusi signifikan terhadap penyimpanan karbon di sedimen, yaitu, 50% dari total 216 TgC per tahun. Ekosistem pesisir memiliki produksi primer bersih yang jauh lebih tinggi dibandingkan ekosistem lainnya. 

"Oleh karena itu, ekosistem vegetasi laut dianggap memiliki penyimpanan karbon yang signifikan dan memiliki peran penting dalam siklus karbon global,” ujar Aan.

Ia juga me mengungkapkan, mengetahui jumlah cadangan karbon dan penyerapan menjadi penting dilakukan pemerintah untuk kewajiban pelaporan dalam Inisiatif Pembangunan Rendah Karbon (Low Carbon Development Initiative).

Baca Lainnya : Ancam Mangrove, KKP Diminta Hentikan Ekstensifikasi Budidaya Udang

Saat ini Pusat Penelitian Oseanografi LIPI telah meluncurkan aplikasi berbasis web untuk memperkirakan cadangan dan penyerapan karbon oleh padang lamun. Aplikasi tersebut dapat memperkirakan cadangan karbon dan penyerapan padang lamun di perairan Indonesia menggunakan variabel kepadatan, biomassa, dan persentase cakupan lamun. Dapat diakses melalui tautan http://scc.oseanografi.lipi.go.id/ 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

Ini 5 Daerah di Jawa Barat dengan Kasus Covid-19 Tertinggi

Peristiwa   11 Agu 2020 - 09:18 WIB
Bagikan:          
Bagikan: