Padat Karya, KLHK Libatkan Petani Hutan Rehabilitasi 25 Hektare Mangrove Way Kambas

TrubusNews
Binsar Marulitua
20 April 2020   13:00 WIB

Komentar
Padat Karya, KLHK Libatkan Petani Hutan Rehabilitasi 25 Hektare Mangrove Way Kambas

Kelompok Tani Hutan (KTH) Rahayu Mandiri melakukuan rehabilitasi areal seluas 25 hektare di zona penyangga hutan mangroove di Kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK) Lampung. (Foto : Humas KLHK)

Trubus.id -- Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melakukan pemberdayaan kepada kelompok tani hutan untuk merehabilitasi areal seluas 25 hektare di zona penyangga hutan mangroove di Kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK) Lampung. Pemberdayan masyarakat dengan skema Padat Karya ini merupakan bagian dari upaya penanganan permasalahan sosial ekonomi dampak pandemi covid-19.

Kepala Balai Pengelolaan DAS dan Hutan Lindung Way Seputih Way Sekampung (BPDASHL WSS) KLHK, Idi Bantara mengatakan, dalam rehabilitasi yang dilakukan di Blok Kuala Penet Desa Suko Rahayu tersebut telah ditanami 90.750 batang mangrove termasuk sulaman. Masyarakat yang ikut terlibat tergabung dalam Kelompok Tani Hutan (KTH) Rahayu Mandiri dengan anggaran Rp319 juta.

"Kegiatan rehabilitasi dengan metode pemberdayaan masyarakat sekitar seperti ini diharapkan meningkatkan pendapatan kelompok tani dan masyarakat sekitar baik dari upah maupun penyediaan bahan-bahan dan bibit, karena seluruh bahan seperti bibit dan tenaga kerja (padat karya) memberdayakan dan memanfaatkan potensi yang ada di sekitar lokasi, dan ini merupakan bagian dari upaya penanganan permasalahan sosial ekonomi dampak pandemi covid-19," ujar Idi Bantara, Minggu (19/4/2020).

Baca Lainnya : Padat Karya Tunai, Jalan Pemulihan Ekonomi dan Pembangunan Desa Hadapi Covid-19

Idi menjelaskan, BPDASHL WSS sendiri sejak tahun 2017-2019 telah melakukan upaya rehabilitasi hutan seluas total 170 hektare. Kegiatan yang telah berlangsung sejak tahun 2017 ini diharapkan mampu memulihkan kawasan hutan mangrove dikawasan zona penyangga kawasan TNWK. 

Kepala BTNWK, Subakir mengatakan, upaya rehabilitasi ini, selain keberhasilan rehabilitasi seluas 25 hektar dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar, diharapkan juga akan semakin terjaganya kawasan pantai yang sekaligus batas kawasan TNWK dari bahaya abrasi dan interusi air laut. 

Selain itu juga agar semakin meningkatnya kualitas ekosistem kawasan pesisir pantai, keanekaragaman hayati yang sekaligus berimbas meningkatnya hasil tangkapan ikan nelayan, serta juga terjaganya kawasan TNWK baik secara sosial maupun teknis.

"Kedepan kegiatan seperti ini diharapkan memiliki dampak yang semakin baik, kami dari dari pihak TNWK sangat mendukung kegiatan rehabilitasi hutan seperti yang digagas BPDASHL WSS," ungkap Kepala BTNWK, Subakir. 

Baca Lainnya : Hanya Ada 2,7 Juta Petani Milenal dari Total 33,4 Juta Petani Indonesia

Sementara itu, Ketua KTH Rahayu Mandiri merasa terbantu dalam upaya rehabilitasi mangrove ini. selain aktif pemulihan lingkungan keterampilan dalam pembuatan bibit tanaman juga bertambah. 

 "Kami sangat berterima kasih dilibatkan langsung dalam upaya rehabilitasi mangrove ini, kami menjadi ikut aktif pada pemulihan lingkungan, di sisi lain keterampilan kami dalam pembuatan bibit tanaman meningkat sehingga kami semakin sejahtera berdaya secara ekonomi," jelas Ketua KTH Rahayu Mandiri.
 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

KKP Hentikan Sementara SPWP Ekspor Benih Bening Lobster

Peristiwa   26 Nov 2020 - 17:29 WIB
Bagikan:          
Bagikan: