Menyoal Fenomena Munculnya Ribuan Cacing Tanah ke Permukaan dan Pertanda Ilmiah Gempa Bumi

TrubusNews
Binsar Marulitua
20 April 2020   12:00 WIB

Komentar
Menyoal Fenomena Munculnya Ribuan Cacing Tanah ke Permukaan  dan Pertanda Ilmiah Gempa Bumi

Ilustrasi ribuan cacing keluar dari tanah (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Kepala Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono mengungkapkan, isu kemunculan cacing yang dikaitkan dengan akan terjadinya gempa bumi bukan tanpa dasar. Meski demikian, petunjuk tersebut harus didukung tanda ilmiah lainnya dan anomali prekursor. 

Perihal tersbut diutarakan untuk menanggapi kemunculan cacing-cacing keluar dari dalam tanah yang sempat mengagetkan masyarakat di Solo dan Klaten. Selain penampakannya yang mengerikan, fenomena ini juga dikait-kaitkan dengan fenomena alam, seperti gempa bumi.

"Munculnya cacing di Solo Jawa dam Klaten tampaknya belum dapat dikatakan sebagai petunjuk akan terjadi gempa. Ini karena fenomena cacing tersebut berdiri sendiri, tidak didukung adanya tanda alamiah lain dan anomali prekursor," jelas Daryono melalui pesan tertulis yang diterima di Jakarta, (20/4/2020). 

Baca Lainnya : Hanya Ada 2,7 Juta Petani Milenal dari Total 33,4 Juta Petani Indonesia

Daryono menuturkan, beberapa kemungkinan yang menjadi penyebab cacing-cacing keluar dari dalam tanah. Seperti disebabkan adanya perubahan kondisi cuaca, iklim, dan lingkungan yang mendadak, termasuk kemungkinan terpapar bahan kimia dan lain-lain.

"Mengingat wilayah kita memang rawan gempa sebaiknya kita selalu waspada. Gempa kuat dapat terjadi kapan saja dan belum dapat diprediksi,"paparnya.

Daryono juga menjelaskan, beberapa peristiwa gempa merusak di dunia di antaranya diawali adanya gejala alamiah berupa kemunculan cacing tanah secara massal. Di Taiwan, kemunculan cacing tanah dilaporkan 10 hari menjelang gempa Chi Chi 1999.

Pada gempa Haicheng, China 1975, beberapa hari sebelumnya juga ada kemunculan cacing tanah ke permukaan tanah. Beberapa pustaka juga mengungkap adanya kemunculan cacing tanah menjelang gempa kuat.

Munculnya cacing tanah menjelang gempa terkait anomali gelombang elektromagnetik. Anomali ini terjadi beberapa hari sebelum gempa. 

"Sejumlah cacing ternyata merespon anomali kelistrikan dengan keluar dari dalam tanah secara bersamaan,"tuturnya.

Baca Lainnya : Hespridin pada Kulit Jeruk Bisa Tangkal Corona, Begini Cara Sajinya

Namun demikian, lanjut Daryono, laporan kemunculan cacing menjelang gempa besar, selalu didukung data prilaku gejala alamiah tak lazim lainnya, seperti kemunculan ular, anjing yang terus menggonggong, dan ikan melompat-lombat di kolam.

Selain prilaku aneh binatang, para ilmuwan juga menandai adanya anomali prekursor gempa. Prekursor gempa adalah sebuah kondisi fisis yang menjadi petunjuk akan terjadi gempa.

"Prekursor dapat berupa anomali permukaan tanah, muka airtanah, emisi radon dan magnit bumi yang terjadi berbarengan," pungkasnya. 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          

TNI AL Dan KKP Optimalkan Kerjasama Potensi Maritim

Peristiwa   30 Mei 2020 - 11:33 WIB
Bagikan: