Pendapatan Pelaku Usaha Kecil Terhimpit Akibat Covid-19

TrubusNews
Astri Sofyanti
18 April 2020   19:27 WIB

Komentar
Pendapatan Pelaku Usaha Kecil Terhimpit Akibat Covid-19

Johana, seorang ibu rumah tangga yang sehari-hari berjualan keripik di rumahnya. (Foto : Trubusid/Astri Sofyanti)

Trubus.id -- Pekerja informal hingga pelaku Usaha Mikro, Kecil, Dan Menengah (UMKM) menjadi sektor paling rentan terhadap hantaman Covid-19. Terlebih usai pemerintah menetapkan status Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di sejumlah wilayah.

Johana, seorang ibu rumah tangga yang memiliki usaha warung keripik hanya bisa pasrah melihat dagangannya yang sepi pembeli.

Sebelum wabah corona melanda, banyak warga sekitar yang berdatangan untuk membeli keripik dan kebutuhan rumah tangga lainnya, kini tak dirasakannya lagi. Ia mengatakan telah sebulan belakangan ini warungnya sepi. Dirinya mengaku kehilangan omzet hingga 80 persen dari biasanya.

 “Sejak wabah Covid-19 dagangan saya sepi. Biasanya saya produksi keripik bawang sehari lima sampai 10 kilogram karena banyak yang bawa buat jual di pabrik-pabrik, karena sekarang pabriknya libur, jadi paling sekarang produksi hanya lima kilogram seminggu,” kata Juju sapaan akrabnya saat ditemui Trubus.id di rumahnya di Desa Desa Tlajuk Udik, Kabupaten Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (18/4/20).

Selain berjualan keripik, Juju juga berjualan sayuran. Tapi semenjak wabah Covid-19, ia tak lagi menjual sayuran, lantaran banyak pedagang sayuran di pasar tak berjualan.

“Banyak pasar juga yang tutup, jadi saya mau jualan gimana,” tuturnya.

Juju bercerita akibat wabah Covid-19, ada warga sekitar dan kerabatnya yang harus kehilangan pekerjaannya. Ia menuturkan bahwa beberapa warga di sekitar tempat tinggalnya merupakan pekerja pabrik yang kini harus kehilangan mata pencahariannya karena pabrik tempatnya bekerja memutuskan melakukan pengurangan karyawan dan berhenti produksi.

Sebagian warga lainnya, diakui Juju merupakan pengemudi ojek online yang kini tak bisa mencari nafkah karena pemerintah memutuskan agar ojek online tak membawa penumpang.

“Sekarang kan ojek online juga nggak boleh bawa penumpang otomatis pada berhenti semua usahanya. Padahal mereka menggantungkan hidupnya dari pendapatan harian,” ujarnya.

Dirinya berharap pandemi Covid-19 bisa cepat berakhir sehingga kegiatan perekonomian masyarakat kembali pulih seperti sedia kala.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: