Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali: 90 Ribu Petani di Bali Terdampak Covid-19

TrubusNews
Syahroni
18 April 2020   14:00 WIB

Komentar
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali: 90 Ribu Petani di Bali Terdampak Covid-19

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Ida Bagus Wisnuardhana menyerahkan sembako kepada perwakilan petani. (Foto : Doc/ Bisnis Bali)

Trubus.id -- Pandemi Covid-19 berdampak pada semua lini. Di Bali, tak hanya sektor pariwisata yang terguncang, Para petani di wilayah ini juga merasakan hal serupa. Bahkan menurut data dari Dinas Pertanian dan Katahanan Pangan Provinsi Bali, ada sekitar 90 ribu petani yang tercatat terkena dampak Covid-19 ini.

Data para petani yang terdampak Covid-19 ini sendiri kini telah diserahkan ke Dinas Sosial. Untuk mengawali bantuan, pejabat hingga staf Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali memberikan paket sembako kepada petani, buruh hingga petani penyakap.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, Ida Bagus Wisnuardhana mengatakan, seperti halnya petani anggrek yang biasanya memasok hasil pertaniannya ke hotel-hotel, tentu saat ini terdampak, mengingat sektor pariwisata yang sudah tidak bergerak lagi. 

“Petani selain menyiapkan pangan, juga golongan yang terkena dampak (Covid-19). Kami sudah lakukan pendataan ada sekitar 90.000 KK yang tergolong sebagai buruh tani dan petani penggarap yang terkena dampak. Data sudah kami serahkan ke Dinas Sosial untuk dipertimbangkan memperoleh bantuan pangan nontunai atau bantuan lain yang diprogramkan,” ujarnya seperti dilansir dari bisnisbali.com.

Data yang diserahkan ke Dinas Sosial merupakan data lengkap sesuai nama dan alamat. Sehingga nantinya akan disesuaikan dan dipertimbangkan untuk memperoleh bantuan. 

“Nantinya akan dilihat kembali apakah petani penggarap dan buruh tani ini masuk dalam datanya Dinsos yang memang berhak memperoleh bantuan pangan nontunai supaya tidak duplikasi,” jelasnya lagi.

Kemudian, terkait penyerahan paket sembako kepada para perwakilan petani, seniman hingga pegawai kontrak terdampak ini, kata Ida Bagus Wisnu, merupakan gerakan spontanitas dari seluruh pejabat dan staf Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali. 

“Ini adalah spontanitas. Sesuai arahan Pak Gubernur adanya kepedulian sosial dari yang relatif tidak terkena dampak kepada masyarakat yang terdampak,” ujarnya.

Disinggung terkait ketahanan pangan, Ida Bagus Wisnu mengatakan tidak ada masalah dengan ketersediaannya. 10 pangan strategis seperti beras, bawang merah, bawang putih, cabai, jagung, sayur dan sebagainya masih cukup. 

“Mungkin bawang merah dan bawang putih proyeksi sampai akhir tahun akan ada kekurangan. Tapi kita sudah koordinasi dengan Bulog, distributor, Kementerian Pertanian, agar ditambah stoknya melalui distributor,” imbuhnya. 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: