Pastikan Ketersediaan Pangan Aman, Mentan Syahrul Pantau Stok Gudang TaniHub

TrubusNews
Astri Sofyanti
15 April 2020   08:00 WIB

Komentar
Pastikan Ketersediaan Pangan Aman, Mentan Syahrul Pantau Stok Gudang TaniHub

Mentan Syahrul saat melakukan pengecekan ketersedian stok pangan di Gudang TaniHub, Bogor, Jawa Barat, Selasa (14/4/20). (Foto : Dok. Kementerian Pertanian)

Trubus.id -- Kementerian Pertanian (Kementan) terus berupaya memastikan ketersediaan pangan hingga kelancaran distribusi bahan pangan di tengah pandemi covid-19 serta menjelang bulan suci Ramadan hingga Idul Fitri 1411 Hijriah.

Untuk itu, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo berkomitmen untuk terus memantau stok pangan di pasar hingga stok mitra Kementerian Pertanian (Kementan) salah satunya startup agritech TaniHub Group. Melalui TaniSupply sebagai unit TaniHub Group dalam mengelola pengadaan produk pangan, warehouse dan distribusi produk.

Mentan Syahrul mengatakan bahwa TaniHub merupakan salah satu star up pertanian hasil kreasi anak muda yang harus terus didorong terutama dalam kreasi untuk menyediakan stok yang berasal dari petani seluruh Indonesia kemudian dalam mengelola distribusi pangan ditengah pandemi Covid-19.

"Mari kita terus dorong semua kreasi anak muda untuk pertanian. Kita menunggu banyak anak milenial akan terlibat dalam proses pertanian mulai dari hilir hingga ke hulu," kata Syahrul saat melakukan pengecekan ketersedian stok pangan di Gudang TaniHub, Bogor, Selasa (14/04).

Mentan mengatakan bahwa dengan pemesanan yang bisa dilakukan melalui aplikasi TaniHub menjadi salah satu solusi untuk masyarakat yang berada dirumah untuk tidak keluar sehingga dapat membantu mencegah penyebarluasan Covid-19.

" Kementan dalam membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan selalu berupaya mencari solusi yang bisa dijadikan option terutama dalam mengoptimalkan star up pertanian di Indonesia," sambungnya.

Lebih lanjut, Syahrul menambahkan supaya masyarakat tetap tenang dan selalu menjalankan instruksi pemerintah dalam mencegah penyebaran Covid-19. Sehingga pemerintah dapat fokus untuk mengupayakan kebutuhan masyarakat.

Sementara itu, Vice President of Corporate Services, Astri Purnamasari mengatakan TaniSupply melakukan business process dengan ketat dan terstandarisasi, baik di sisi pengadaan produk (trade procurement), warehouse management system, maupun protokol kesehatan dan keamanan makanan (food safety), serta koordinasi yang cepat, efisien dan terstruktur dengan pihak logistik.

"Hal ini dilakukan untuk menjamin produk sampai di tangan pelanggan dengan baik dan tepat waktu, meskipun di tengah tantangan dan kondisi yang serba tidak menentu seperti saat ini," beber Astri.

Dirinya juga mengatakan TaniSupply mengelola lima warehouse/pusat distribusi yang tersebar di Bogor, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, dan Denpasar. Selain itu, salah satu ekspansi inovatif terbaru yang dijalankan TaniSupply adalah melalui pendirian Packing and Processing Center (PPC) di Malang, Jawa Timur, dengan menggunakan teknologi otomasi dalam proses grading dan pengukuran tingkat kemanisan (brix).

"Melalui fasilitas tersebut, kami berharap para petani akan mampu menjangkau market yang lebih luas, karena mereka dapat menyesuaikan produk sesuai permintaan pasar," tuturnya.

Dalam konteks pencegahan penularan Covid-19, TaniSupply menerapkan beberapa policy baru untuk melindungi keselamatan dan kesehatan karyawan, pelanggan, dan mitra. Semua produk yang akan diantar dikemas dalam kotak yang tertutup rapat, sehingga tidak ada kontak langsung antara logistik/kurir dengan produk.

Selain itu TaniSuppy juga menyediakan opsi penerimaan barang tanpa perlu bersentuhan secara langsung dengan kurir kami, atau disebut dengan ‘Contactless Delivery’. Pelanggan hanya perlu meninggalkan pesan di aplikasi di kolom ‘Info Tambahan’ jika ingin menggunakan opsi tersebut.

"Dengan begitu kurir akan meninggalkan paket di pintu atau lobby pelanggan sambil memberikan notifikasi ke pelanggan, sehingga dapat meminimalisasi risiko kontak langsung," pungkasnya.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Kementan Ungkap Alasan Harga Pupuk Bersubsidi Naik

Peristiwa   20 Jan 2021 - 09:13 WIB
Bagikan:          
Bagikan:          

Masalah Subsidi Pupuk, Begini Solusi Pakar IPB

Peristiwa   19 Jan 2021 - 08:37 WIB
Bagikan: