Pemerintah Minta Masyarakat Tidak Tolak Jenazah COVID-19

TrubusNews
Binsar Marulitua
11 April 2020   21:00 WIB

Komentar
Pemerintah Minta Masyarakat Tidak Tolak Jenazah COVID-19

Juru bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto (Foto : Humas BNPB)

Trubus.id -- Juru bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto, meminta masyarakat untuk tidak menolak jenazah pasien Virus Corona (COVID-19). Terlebih, orang yang turut memberikan kontribusi terhadap upaya penyelamatan kesehatan turut gugur dalam penangan virus yang menjadi  pendemi global ini. 

“Mereka adalah saudara-saudara kita. Mereka itu keluarga kita yang harus menjadi korban karena penyakit ini. Bahkan ada dari mereka yang gugur karena melaksanakan tugasnya. Marilah kita menghormati mereka, tidak ada alasan menolak atau takut,” ujar Yurianto dalam konferensi pers di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Sabtu (11/4/2020).

Yurianto menegaskan bahwa semua jenazah terkait COVID-19 mendapatkan perlakuan sesuai prosedur operasional standar internasional. Tubuh jenazah dibungkus dalam kantong plastik dan dimasukkan dalam peti yang tertutup rapat. Peti ini juga telah dibersihkan dengan disinfektan. 

Baca Lainnya : Hespridin pada Kulit Jeruk Bisa Tangkal Corona, Begini Cara Sajinya

Pemulasaran jenazah pun dilakukan oleh petugas terlatih yang memang berwenang untuk melakukan itu. Sehingga tidak ada kemungkinan virus corona, yang tidak bertahan lama di luar tubuh manusia, untuk menyebar di daerah sekitar pemakaman.

“Selain itu, protokol penguburan jenazah sudah dibuat sesuai dengan protokol Kementerian Agama dan fatwa Majelis Ulama Indonesia Nomor 18 tahun 2020,” tutur Yurianto.

Pemerintah hingga saat ini tengah berupaya keras melindungi semua warga negara dari COVID-19. Pemerintah juga berterima kasih kepada semua pihak dan masyarakat yang sudah memberikan bantuan untuk melawan COVID-19

Baca Lainnya : Ubah Himbauan, Kini Pemerintah Dorong Masyarakat Gunakan Masker Saat Keluar Rumah dan Tidak Sakit

“Kami berterima kasih kepada semua warga negara Indonesia yang sudah patuh dan disiplin untuk bersama-sama mengendalikan penyakit ini dengan memutus rantai penularannya. Mari terus mematuhi aturan yang sudah diberikan pemerintah,” kata Yurianto.

Sebagai informasi, jumlah penderita COVID-19 di Indonesia terus bertambah. Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 mencatat penderita penyakit virus corona (COVID-19) meningkat 330 orang sampai Sabtu (11/4), yang membuat jumlah pasien positif terkini menjadi 3.842 orang.

 

Dari total tersebut, 286 pasien dinyatakan sembuh dan 327 orang meninggal dunia.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: