Di Tengah Pandemi Covid-19 Produksi Padi Bojonegoro Capai 416.812 Ton

TrubusNews
Astri Sofyanti
07 April 2020   13:00 WIB

Komentar
Di Tengah Pandemi Covid-19 Produksi Padi Bojonegoro Capai 416.812 Ton

Ilustrasi - Padi siap panen (Foto : Dok. Kementerian Pertanian)

Trubus.id -- Sejumlah wilayah sentra-sentra produksi padi saat sejak Maret sampai April 2020 tegah memasuki masa panen raya. Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur berhasil memproduksi padi hingga 416.812 Ton gabah kering giling (GKG) di tengah pandemi virus corona (Covid-19).

Kepala Dinas (Kadis) Pertanian Pemkab Bojonegoro, Helmy Elisabeth mengungkapkan, panen raya di kabupaten Bojonegoro sudah dimulai sejak bulan Maret dan bulan April ini merupakan puncak musim panen raya di kabupaten tersebut.

“Sebagai salah satu sentra padi di Jawa Timur, kabupaten Bojonegoro memastikan stok beras aman,” kata Helmy melalui keterangan resminya.

Menurutnya, bila panen untuk musim tanam pertama (MT1) ini akan menjadi stok beras apalagi dalam menghadapi isu Covid -19. Total luas panen bulan Maret 10.675 hektare setara dengan 70.725 GKG.

Sedangkan pada puncak musim panen raya pada bulan April, lanjutnya, total luas panen 49.441 hektare atau 346.087 ton GKG. Sebelum menghadapi musim panen para petani kabupaten Bojonegoro juga sudah dilatih dalam menggunakan teknologi alat mesin pertanian (Alsintan).

“Pemanfaatan Alsintan dapat optimal dalam mendukung percepatan olah tanah, tanam dan serta dapat mengefektifkan waktu apalagi pada masa panen seperti saat ini,” papar Helmy.

Sementara itu, Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Suwandi mengatakan bahwa Kementerian Pertanian (Kementan) menerapkan protokol kesehatan penanganan virus Covid-19 saat musim panen raya. Seperti yang dilakukan para petani diberbagai wilayah.

“Selain menerapkan protokol kesehatan, juga akan diupayakan prasarana dan sarana pascapanen,” ucapnya.

Suwandi mengatakan Kementan bersama pemerintah daerah (Pemda) serta para mitra terus berupaya dalam menjaga stok pangan dalam negeri sehingga ia berharap masyarakat tidak perlu mengkhawatirkan pasokan pangan dalam negeri.

“Memang negara kita sedang diuji, namun perlu masyarakat semua tahu petani-petani di seluruh wilayah pelosok tanah air masih beraktivitas untuk memenuhi pangan kita, Insya Allah kondisi ke depan aman,” ujarnya.

Lebih lanjut Suwandi menegaskan bahwa ketersediaan, distribusi dan harga pangan selama wabah corona dan hingga lebaran harus terjamin aman, salah satunya beras. Karena itu, langkah menghadapi musim panen raya padi ini yakni menggerakkan Komando Strategi Penggilingan Padi (kostraling).

“Terobosan ini agar penggilingan menyerap gabah langsung di petani dan modal bisa diperoleh dari KUR dan sumber lainnya. Kemudian beras dari penggilingan bisa dijual langsung maupun online kerjasama dengan start-up,” pungkasnya.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: