Dorong Pertanian Berkelanjutan, Penyelesaian 3 Bendungan di Jatim Ditargetkan Rampung Akhir 2020

TrubusNews
Binsar Marulitua
06 April 2020   13:00 WIB

Komentar
Dorong Pertanian Berkelanjutan, Penyelesaian 3 Bendungan di Jatim Ditargetkan Rampung Akhir 2020

Pembanguan bendungan Bendo di Desa Ngindeng, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo yang saat ini memasuki 73,26 persen. (Foto : Kementerian PUPR)

Trubus.id -- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) berupaya maksimal untuk menyelesaikan pembangunan Bendungan Bendo di Desa Ngindeng, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo untuk mendukung produksi pertanian berkelanjutan. Saat ini konstruksi Bendungan Bendo sudah 73,26%. 

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan pengelolaan sumber daya air dan irigasi akan terus dilanjutkan dalam rangka mendukung produksi pertanian yang berkelanjutan. Di samping itu, kehadiran bendungan juga memiliki potensi air baku, energi, pengendalian banjir, dan pariwisata yang akan menumbuhkan ekonomi lokal.

"Bendungan ini ditargetkan selesai konstruksinya dan siap digenangi pada akhir tahun 2020,"jelas Menteri Basuki dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin (6/4/2020). 

Baca Lainnya : Hespridin pada Kulit Jeruk Bisa Tangkal Corona, Begini Cara Sajinya

Bendungan Bendo memiliki kapasitas tampung 43,11 juta meter kubik yang akan dimanfaatkan untuk peningkatan layanan irigasi seluas 7.800 hektare di Kabupaten Ponorogo dan Madiun sebagai sentra pertanian Jawa timur. 

Selain sebagai layanan irigasi, manfaat lain Bendungan Bendo adalah sumber air baku domestik dan industri berkapasitas 790 liter/detik bagi Kabupaten Madiun sebesar 418 liter/detik dan Ponorogo 372 liter/detik. 

Selain itu, akan mereduksi debit banjir Kota Ponorogo dari 1.300 m3/detik menjadi 490 m3/detik dan pembangkit tenaga listrik sebesar 1,56 MW. Bendungan setinggi 71 meter dengan tipe urugan ini membendung Sungai Keyang yang merupakan anak sungai Bengawan Madiun (anak sungai Bengawan Solo).

Konstruksi dilakukan pada 2013-2020 (multiyear contract) menggunakan APBN sebesar Rp 1.032 miliar yang dikerjakan oleh PT Wijaya Karya, PT Hutama Karya dan PT Nindya Karya (KSO). 

Selain Bendungan Bendo, untuk mendukung ketahanan pangan Kementerian PUPR juga membangun dua bendungan lainnya di Jawa Timur yakni Bendungan Gongseng di Bojonegoro dan Bendungan Tukul di Pacitan. Saat ini konstruksi Bendungan Gongseng telah mencapai 76,92% dan ditargetkan selesai pada akhir tahun 2020.

Baca Lainnya : Ubah Himbauan, Kini Pemerintah Dorong Masyarakat Gunakan Masker Saat Keluar Rumah dan Tidak Sakit

Bendungan ini memiliki kapasitas tampungan 22,43 juta m3 berfungsi untuk melayani irigasi seluas 6.191 hektare, layanan air baku 300 liter/ detik, mereduksi banjir 133,27 m3/detik dan pembangkit tenaga listrik sebesar 0,7 MW.

Sementara konstruksi Bendungan Tukul telah mencapai 76,25%. Bendungan ini memiliki kapasitas tampung 8.68 juta m3 untuk untuk mensuplai irigasi seluas 600 hektare dan air baku 300 liter/detik.

Bendungan ini juga berfungsi mengurangi banjir di Pacitan karena bendungan ini diharapkan untuk mengendalikan debit banjir yang berasal anak Sungai Grindulu dan waktu pelaksanaan kedua bendungan ini pada 2013-2020.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: