1.677 Pasien Positif Covid-19 di Indonesia, Jubir Achmad Yurianto: Pasien Bertambah 149

TrubusNews
Astri Sofyanti
01 April 2020   17:00 WIB

Komentar
1.677 Pasien Positif Covid-19 di Indonesia, Jubir Achmad Yurianto: Pasien Bertambah 149

Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona (Covid-19), dr. Achmad Yurianto (Foto : Dok. BNPB)

Trubus.id -- Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona (Covid-19), dr. Achmad Yurianto, menyatakan, pasien Covid-19 di Indonesia masih bertambah. Hingga Rabu, 1 April 2020, jumlah pasien konfirmasi positif Covid-19 mencapai 1.677 orang dengan 157 orang meningal dunia dan 103 pasien dinyatakan sembuh.

"Ada penambahan kasus konfirmasi positif yang baru sebanyak 149 kasus. Sehingga total menjadi 1.677 orang. Saya mengingatkan kembali kepada kita semua bahwa kunci keberhasilan penanggulangan Covid-19 ini ada pada kita, karena itu patuhi betul dalam menjaga jarak," kata Yuri dalam konferensi pers di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana(BNPB), Rabu sore, (1/4).

Dikatakan Yuri, data sertebut sementara pasien yang meninggal dunia bertambah 21 kasus. Sebelumnya pada Selasa (31/3), tercatat 136 orang meninggal dunia menjadi 157 orang. Data tersebut merupakan pembaruan yang dilakukan sejak Selasa pukul 12.00 WIB hingga Rabu pukul 12.00 WIB.

Gugus Tugas merincikan data positif Covid-19 di Indonesia yaitu Provinsi Aceh sebanyak lima kasus, Bali (25 kasus), Banten (152 kasus), Bangka Belitung (dua kasus), Bengkulu (satu orang), DI Yogyakarta 28 kasus), DKI Jakarta (808 kasus).

Selanjutnya di Jambi (dua kasus), Jawa Barat (220 kasus), Jawa Tengah (104 kasus), Jawa Timur (104 kasus), Kalimantan Barat (10 kasus), Kalimantan Timur (21 kasus), Kalimantan Tengah (sembilan kasus) Kalimantan Selatan (delapan kasus) dan Kalimantan Utara (dua kasus).

Kemudian di Kepulauan Riau (tujuh kasus), NTB (enam kasus), Sumatera Selatan (lima kasus), Sumatera Barat (delapan kasus), Sulawesi Utara (tiga kasus), Sumatera Utara (22 kasus), dan Sulawesi Tenggara (tiga kasus).

Adapun di Sulawesi Selatan (66 kasus), Sulawesi Tengah (dua kasus), Lampung (delapan kasus), Riau (tiga kasus), Maluku Utara dan Maluku masing-masing satu kasus, Papua Barat (dua kasus), Papua (10 kasus), serta satu kasus positif di Sulawesi Barat.

Sehingga total 32 provinsi di Indonesia telah terpapar penyakit yang disebabkan virus SARS-CoV2 atau corona tersebut.

Diakui Yuri, gambaran jumlah pasien itu memberikan bukti bahwa penularan di luar masih terjadi, kontak dekat masih diabaikan, dan kemudian cuci tangan masih belum dijalankan dengan baik.

“Saya berharap bahwa kita semuanya harus bisa bekerja sama, kita harus bisa memastikan bahwa kita mampu berperan secara aktif dalam kaitan ini,” bebernya.

Lebih lanjut dirinya mengungkapkan bahwa virus ini berpindah kerena dibawa oleh manusia. Kalau tidak terkendali akan menimbulkan permasalahan serius. Untuk itu pemerintah telah mendistribusikan 475.200 kit rapid test ke seluruh dinas kesehatan provinsi.

Tak hanya itu, lebih dari 6.500 spesimen yang dikirimkan ke 34 laboratorium di seluruh Indonesia. Spesimen itu selanjutnya digunakan untuk menentukan diagnosa dari pemeriksaan PCR.

“Lebih dari 349 ribu APD telah terdistribusi dan terus akan kami lakukan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan yang menjadi lini terdepan. 360 rumah sakit rujukan telah disiapkan baik itu RS pemerintah, RS TNI Polri, RS BUMN, maupun RS swasta,” ucapnya.

Pemerintah, lanjut Yuri mengungkapkan, akan melangkah lebih agresif lagi untuk menemukan kasus baru dan kemudian melakukan isolasi agar bisa memutus secara tegas rantai penularan yang lebih luas.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan: