Petambak Keluhkan Harga Udang Vaname Melorot Terdampak Virus Corona

TrubusNews
Binsar Marulitua
28 Mar 2020   19:00 WIB

Komentar
Petambak Keluhkan Harga Udang Vaname Melorot Terdampak Virus Corona

Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo saat mengunjungi panen udang vaname di Cidaun Cianjur, Jawa Barat, Sabtu (28/3/2020).  (Foto : Humas KKP)

Trubus.id -- Penyebaran wabah corona virus (Covid-19) di Indonesia perlahan mulai mempengaruhi sektor perikanan, tak terkecuali udang vaname. Untuk udang vaname size 50 harganya kini Rp60 ribuan per kilogram dari yang sebelumnya Rp67 ribu sampai Rp70 ribu. 

"Kami butuh jaminan pasar, kedua supaya harga row material ditekan paling tidak tetap jangan sampai naik. Untuk itu pemerintah harus hadir," jelas pemilik Tambak Udang Vaname di Desa Karang Wangi, Cidaun, Cianjur, Jawa Barat, Sabtu (28/3/2020). 

Panen udang vaname di Cidaun jumlahnya mencapai 70 ton dari 15 kolam. Udang yang dipanen termasuk premium karena ukurannya cukup besar. Komposisinya 20-25 ekor per kilogram. Pasar udang vaname dari Ciduan ini adalah pabrik pengolahan perikanan di Indonesia.

Baca Lainnya : Hespridin pada Kulit Jeruk Bisa Tangkal Corona, Begini Cara Sajinya

Dia menyambut baik kedatangan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo dalam momen panen udang. Sebab kedatangan pemerintah sangat relevan dengan kondisi ekonomi yang tak pasti imbas Covid-19. Pembudidaya memang sedang butuh diyakinkan untuk tetap berproduksi.

"Karena misalnya saja suatu saat pasar betul-betul vakum, pemerintah harus turun tangan memberi insentif dan semangat untuk kami tetap berbudiya," kata Dudi.

Dudi menambahkan pemerintah memang harus hadir agar masyarakat mendapatkan kepastian. 

Sementara itu, Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo yang turut panen udang vaname di tambak milik warga di Desa Karang Wangi, Kecamatan Cidaun, Cianjur, Jawa Barat. Edhy mengatakan industri perikanan harus terus berjalan meski Covid-19 sedang mawabah.

Produksi perikanan tidak bisa berhenti karena masyarakat tetap butuh sumber pangan. Apalagi dalam kondisi saat ini makanan bergizi tinggi sangat dibutuhkan untuk meningkatkan imunitas.

Baca Lainnya : Masker N95 dan Respirator Tidak Bisa Cegah Virus Corona

"Saya harus memastikan bahwa produksi terus berjalan karena bagaimana pun kondisinya, masyarakat tetap butuh makan," kata Edhy di Cidaun, Cianjur, Jawa Barat, Sabtu (28/3).

Ia mengatakan  lembaganya mengambil peran dalam menyediakan sumber pangan yang dibutuhkan masyarakat. Sebab, para petugas medis, gugus tugas, dan pihak berwenang tengah berjibaku di garda terdepan menangani Covid-19.

Kedatangan Edhy ke tambak milik warga ini dalam rangka ingin mendengar langsung kendala yang dihadapi pembudidaya sejak virus corona mewabah. Sehingga dia bisa mengambil langkah-langkah agar pembudidaya tidak merugi.

Selain itu dia ingin meyakinkan pembudidaya dalam situasi saat ini pemerintah tetap hadir. Serta meminta tetap memproduksi bahan pangan.

"Tolong sampaikan ke pembudidaya, kita harus tetap memproduksi ikan," ajak Edhy.

Kementerian Kelautan dan Perikanan telah menyiapkan cold storage di berbagai tempat. Cold storage ini dapat dipakai untuk menyimpan produk perikanan bila sewaktu-waktu harga menurun drastis.

Saat ini pihaknya sedang mendata berapa cold storage yang masih kosong agar bisa bisa dioptimalkan.

"Siapa tahu nanti ada investasi maupun intervensi fiskal dari negara untuk membeli misalnya, kita sudah siap," kata Edhy.

Di samping itu, pihaknya tetap berkoordinasi dengan pemerintah pusat terkait kebijakan dan intervensi ekonomi untuk membantu nelayan, pembudidaya maupun pelaku usaha perikanan. Kedatangan Edhy sekaligus untuk mengantisipasi adanya spekulan yang ingin mencari keuntungan di tengah situasi sulit.

"Makanya negara harus tampil duluan sebelum spekulan ada. Kami harap ini bisa diantisipasi," pungkasnya.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan: