Terima Kasih Petani, Garda Terdepan Ketahanan Pangan di Tengah Pandemi 

TrubusNews
Syahroni
27 Mar 2020   13:00 WIB

Komentar
Terima Kasih Petani, Garda Terdepan Ketahanan Pangan di Tengah Pandemi 

Di tengah pandemi COVID-19, petani tetap menjadi garda terdepan ketahanan pangan bangsa ini. (Foto : Trubus.id/Muhammad Iman P Perkasa)

Trubus.id -- Pandemi virus corona hingga saat ini masih terus menghantui. Cepatnya penyebaran dan bahaya dampak yang ditimbulkan membuat pemerintah terpaksa melakukan tindakan pencegahan dengan menyarankan masyarakat untuk melakukan social distancing. Bagi mereka yang sedang sakit dan harus mengisolasi diri, dianjurkan untuk tidak meninggalkan rumah. Titik-titik kumpul juga harus dihindari. 

Namun demikian, kebutuhan sehari-hari masyarakat tetap harus terpenuhi. Kebutuhan untuk makanan utamanya. Dan saat hal ini terjadi, petani lah yang jadi garda terdepan untuk menangani masalah ini. 

Panen Raya di Tengah Pandemi COVID-19

Di tengah terpaan pandemi Covid-19, para petani di seluruh Indonesia tetap berjuang memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Memasuki memasuki musim panen raya yang berlangsung pada akhir Maret hingga April 2020, tak hanya petani dari Pulau Sumatera saja yang siap panen. Para petani dari Pulau Jawa pun siap melakukan panennya khususnya dalam menjaga stok beras di tengah isu terkini yang sedang merebak.

Misalnya Kelompok Tani Sido Makmur 1 dari Desa Siwitan, Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, yang sudah memulai masa panen padinya pada musim tanam pertama (MT-1) dengan luas tanam mencapai 3625 hektare

Sampai saat ini luas kawasan yang sudah dipanen mencapai 1418 hektare dan sisa luas yang belum dipanen untuk desa tersebut yakni 2207 hektare.

"Hari ini kami bersama tim penyuluh sedang melaksanakan kegiatan panen walaupun di tengah-tengah isu corona yang ada, petani tetap eksis di lapangan untuk menjaga ketahanan pangan," kata Ketua Kelompok Tani Sido Makmur dalam keterangan tertulisnya, Jumat (27/3/2020).

Sama dengan Rembang, sawah-sawah di Demak juga akan segera memasuki musim panen raya. Seluruh hamparan sawah yang siap panen di kabupaten tersebut diperkirakan seluas 26.876 hektarea dengan harga gabah Rp 4.300 hingga Rp4.600.

Selain itu, wilayah Jawa lain juga bakal ikut meramaikan musim panen MT-1 seperti Pemalang, Malang, dan Kendal. Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang misalnya, potensi panen pada bulan Maret 2.217 hektare atau setara 12.785 ton.

Lalu seluruh Kabupaten Malang berpotensi panen pada bulan Maret 13.648 hektare atau setara 81.005 ton. Sedangkan potensi panen pada bulan April yaitu 11.721 hektare atau setara 74.169 Ton.

Adapun Kabupaten Kendal juga ikut masuk musim panen raya di mana potensi luas panen untuk bulan Maret 5980 hektare atau setara 32.890 ton dan untuk bulan April 8.281 hektare atau setara 45.545,5 ton.

Melalui Kostratani, Kementan Dampingi Petani  

Pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertanian (Kementan) sendiri tak tinggal diam. Melalui Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani), Kementan terus mengawal panen raya padi dan jagung di berbagai wilayah Indonesia. 

Di tengah mewabahnya virus Covid-19, para penyuluh Kostratani tetap menjadi ujung tombak pemerintah dalam pendampingan petani melalui penyuluhan secara teleconference.

"Penyuluh Pertanian di jadwalkan tetap melakukan pembinaan, pendampingan dan pengawalan aktivitas pertanian oleh petani di lapangan meskipun adanya pembatasan kunjungan di wilayah binaan. Pembinaan ini dilakukan melalui teleconference dengan wilayah binaan sesuai jadwal yang sudah ditentukan," ungkap Kepala Penyuluhan Pertanian, Leli Nuryati, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (27/3/2020).

Menurut Leli, program yang diusung oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo tersebut mendorong penyuluhan berlangsung secara intensif tanpa perlu melakukan kunjungan di lapangan. Melalui telekonferensi ini, pemerintah pusat dapat secara cepat mengetahui langsung kendala dan persoalan di lapangan sehingga bisa segera memutuskan kebijakan dan solusi permasalahan untuk petani.

Leli juga mengungkapkan, pengawalan tanpa tatap muka ini sejalan dengan konsep Kostratani yang dikembangkan oleh Kementan. Menteri Pertanian meminta Kostratani memanfaatkan secara optimal peralatan digital dan teknologi informasi dalam kegiatan penyuluhan dan pendampingan.

Di Tengah Pandemi, Petani Milenial Pasarkan Komoditas Via Aplikasi

Jerih payah para petani tentunya tak berhenti hingga sebatas produksi. Hasil kerja keras mereka baru akan terasa ketika sudah sampai di tangan masyarakat. Namun di tengah pandemi COVID-19 seperti saat ini, para petani harus berinovasi. Hal ini lah yang dilakuakan Sandi Octa Susila. 

Menyikapi dampak COVID-19, pria yang dinobatkan sebagai Duta Petani Milenial oleh Kementan ini membuat gagasan untuk menyediakan produk pertanian yang bisa didapatkan masyarakat tanpa harus keluar rumah. Cukup dengan memesan melalui website atau aplikasi WhatsApp, barang akan dikirimkan ke tempat tujuan.

"Kami masih terus mengembangkan dan berusaha memperluas jangkauan hingga ke semua provinsi di Indonesia dan melengkapi seluruh produknya. Saat ini sudah siap dari berbagai komoditas hingga olahannya," kata Sandi dalam keterangan tertulis, Kamis (26/3/2020).

Pandemi Covid-19 ini, bagi Sandi, menjadi peluang bagi para petani Indonesia dan menjadikan produk pertanian lokal menjadi tuan rumah di negaranya sendiri. Masyarakat saat ini memang lebih menggemari produk lokal karena lebih segar dan terjamin keamanannya.

Sehingga kebutuhan masyarakat terhadap produk pertanian pun meningkat. Apalagi para ahli gizi juga menyarankan masyarakat untuk tetap mengonsumsi makanan sehat dan bergizi untuk meningkatkan kekebalan tubuh terhadap virus Covid-19.

"Untuk saudaraku para petani dimanapun berada, ini adalah momentum kita untuk memperkuat ketersediaan pangan bagi hajat hidup orang banyak, jangan menyerah, genjot terus produksi. Pertanian menjadi ujung tombak dalam kondisi wabah Covid-19 seperti saat ini," terangnya lagi. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: