Cuka Kayu dan Bambu Bisa Jadi Alternatif Desinfektan untuk Redam Corona

TrubusNews
Binsar Marulitua
23 Mar 2020   14:00 WIB

Komentar
Cuka Kayu dan Bambu Bisa Jadi Alternatif  Desinfektan untuk Redam Corona

Desinfektan dari cuka kayu dan bambu (asap cair) sebagai antisipasi penyebaran virus Corona Covid-19. (Foto : Humas KLHK)

Trubus.id -- Cairan kimia disinfektan yang menjadi langka di pasaran pasca-merebaknya virus corona (Covid-19) tidak boleh dijadikan hambatan untuk terus menggalakkan upaya disinfeksi di tengah masyarakat. Virus corona harus dibunuh secara masif, supaya penyebarannya bisa ditekan.

Badan Penelitian, Pengembangan, dan Inovasi (BLI) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) berhasil memproduksi desinfektan dari cuka kayu dan bambu (asap cair) sebagai antisipasi penyebaran virus Corona Covid-19.

Dari hasil Penelitian dan Pengembangan Pusat Litbang Hasil Hutan (P3HH) ini juga diproduksi hand sanitizer dengan formula asap cair (cuka kayu), borneol, etanol, dan gliserol.

Baca Lainnya : Cegah Penyebaran Covid 19, KLHK Tutup 56 Kawasan Konservasi Untuk Kunjungan Wisata Alam

Pemakaiannya telah diujicobakan untuk lingkungan kantor dan dibagikan kepada para pegawai di lingkungan perkantoran BLI Kampus Gunung Batu, Bogor.

"Hasil pengujian asap cair kayu dan bambu terhadap kuman dari eksperimen yang dilakukan, cukup hanya dengan 1% sudah efektif,'' ujar Prof. Gustan Pari, peneliti P3HH, BLI, bebrapa waktu lalu.

Dijelaskan Prof.Gustan, uji toksisitas asap cair kayu dan bambu sebagai desinfektan, dilakukan bersama Ratih Damayanti dan tim. Riset ini menggunakan mikroorganisme bakteri yang terdapat pada telapak tangan dan udara di Laboratorium Mikrobiologi Hutan-Pusat Litbang Hutan, Bogor.

Hasilnya, asap cair kayu dan bambu dengan konsentrasi 1% memiliki kemampuan lebih baik dalam menghambat pertumbuhan mikroorganisme dibandingkan etanol (alkohol) 70%, yang selama ini sering dijadikan bahan dasar desinfektan.

Baca Lainnya : KLHK Dorong 100 Pengusaha Hutan Tanaman Industri Cegah Kebakaran Hutan

"Asap cair yang diproduksi BLI layak dijadikan sebagai desinfektan terutama di tengah kelangkaan produk desinfektan di pasaran. Ini akan segera diproduksi massal untuk dibagikan ke lingkungan masyarakat yang membutuhkan," kata Prof. Gustan.

Penyemprotan desinfektan yang dilakukan di seluruh ruangan kerja BLI lingkup Gunung Batu ini merupakan respon BLI menindaklanjuti Surat Edaran Menteri LHK Siti Nurbaya tentang pencegahan penyebaran Covid-19. 

Salah satu upaya pencegahan dengan melakukan penyemprotan desinfektan pada sarana prasarana gedung/kantor, menerapkan budaya hidup bersih, dan menjaga lingkungan sekitar.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: