Bunga Bangkai Berukuran Raksasa Kembali Mekar di Kebun Raya Cibodas LIPI

TrubusNews
Astri Sofyanti
23 Mar 2020   12:00 WIB

Komentar
Bunga Bangkai Berukuran Raksasa Kembali Mekar di Kebun Raya Cibodas LIPI

Salah satu koleksi bunga bangkai (Amorphophallus titanum Becc.) di Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Cibodas LIPI, Jawa Barat. (Foto : Biro Humas LIPI)

Trubus.id -- Salah satu koleksi bunga bangkai (Amorphophallus titanum Becc.) di Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Cibodas Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) telah mekar pada Jumat (20/3) dengan ketinggian 291 centimeter. Bunga bangkai yang mekar kali ini merupakan individu yang ditanam berasal dari biji dan mekar untuk kedua kalinya setelah pertama kali mekar Januari tahun 2016. Individu ini merupakan hasil eksplorasi dari Sungai Manau Kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat, Sumatra Barat pada tahun 2000.

Amorphophallus titanum Becc termasuk salah satu anggota suku talas-talasan (Araceae). Amorphophallus titanum disebut bunga bangkai saat mekar mengeluarkan bau busuk yang dapat tercium dengan radius 100 meter.

“Bau tersebut berasal dari asam amino yang keluar melalui permukaan tongkol. Bau busuk pada waktu bunga mekar tersebut menarik perhatian bagi jenis-jenis serangga untuk datang dan dapat membantu penyerbukan tumbuhan tersebut,” kata peneliti Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Cibodas LIPI, Destri melalui keterangan tertulis yang diterima, Senin (23/3).

Ia menjelaskan, Amorphophallus titanium mempunyai tiga siklus hidup, yaitu yaitu fase vegetatif, generatif (bunga), dan fase dorman (istirahat). Pada fase vegetatif tanaman hanya terlihat bagian batang semu dan daunnya saja. Sedangkan pada masa generatif terlihat perbungaannya.

“Sementara pada fase dorman tanaman tidak menampakan dirinya di permukaan tanah alias tanaman tidur atau umbinya saja yang ada di dalam tanah,” tuturnya.

Sementara itu, Muhammad Imam Surya dari Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Cibodas LIPI menambahkan, Amorphophallus titanum mempunyai perbungaan yang sangat besar dan bisa disebut sebagai perbungaan raksada di dunia.

“Bentuk perbungaan menjulang tinggi yang sebenarnya adalah tongkol atau spadix berwarna kuning muda yang dikelilingi oleh seludang bunga yang dalam keadaan mekar mempuyai bentuk menarik berwarna merah jingga,” jelas Imam.

Dirinya menjelaskan, apabila cadangan makanan di umbi mencukupi dan lingkungannya mendukung, maka bunga majemuknya akan muncul. “Namun jika cadangan makanan kurang daunnya akan tumbuh kembali,” sambungnya.

Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Cibodas LIPI memiliki beberapa spesimen koleksi tanaman Amorphophallus titanium yang masing-masing dari tiap spesimen tersebut sudah ada yang pernah dan bahkan beberapa kali berbunga. Pertama kali mekar di Kebun Raya Cibodas pada tanggal 11 Maret tahun 2004 yang merupakan hasil eksplorasi dalam bentuk umbi yang ditanam pada tahun 2000 dan terakhir kali mekar pada 5 April 2019.

Amorphophallus titanum termasuk kategori tumbuhan langka berdasarkan klasifikasi dari International Union for Conservation of Nature (IUCN). Keberadaannya di Indonesia dilindungi sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999 dan merupakan tumbuhan endemik Indonesia khususnya Sumatera.

Untuk antisipasi penyebaran virus corona (Covid-19), LIPI melakukan penutupan sementara Kebun Raya Cibodas Kamis 19 Maret hingga Selasa 31 Maret 2020 dan akan dibuka kembali setelah melihat perkembangan situasi.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: