Rapor Merah Jokowi untuk Penanganan Virus Corona

TrubusNews
Binsar Marulitua
19 Mar 2020   19:16 WIB

Komentar
Rapor Merah Jokowi untuk Penanganan Virus Corona

Ilustrasi penanganan Virus Corona (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Pemerintah Indonesia melalui juru bicara penanganan COVID-19, Achmad Yurianto, mengumumkan jumlah korban meninggal dunia akibat virus Corona (COVID-19) sebanyak 25 orang dari 309 kasus positif yang tersebar pada 16 Provinsi sampai pada Kamis, 19 Maret 2020. 

Statistik memang terus berfluktuasi, tetapi catatan duka tersebut menjadi tinta merah untuk rapor Joko Widodo (Jokowi) dalam penangangan virus yang telah ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai pendemi global.

Catatan buruk tersebut sekaligus menjadi paradok yang melambungkan peringkat Indonesia dalam rangking pertama kasus kematian tertinggi di antara negara Asia Tenggara lainnya.

Jika merujuk data WHO pada Kamis (19/3/2020), jumlah kasus pasien yang terinfeksi virus Corona memang lebih sedikit dari Malaysia yang saat ini berjumlah 673 orang.

Kendati jumlahnya cukup besar, sampai saat ini tercatat ada dua kematian yang terjadi akibat kasus virus corona di Malaysia.

Baca Lainnya : Melonjak Tajam, Pasien Meninggal Dunia Terpapar Virus Corona Capai 19 Orang

Bahkan, catatan kasus infeksi virus Corona di Singapura  juga melampaui Indonesia dengan junlah kasus korban terinfekai sebanyak 313 kasus. Tetapi,  jumlah korban meninggal dunia nihil.

Sementara itu, Filipina mencatat ada 187 kasus infeksi dengan 14 kematian. 

Indonesia yang sebelumnya mengklaim tidak menemukan adanya virus Corona, kini harus menerima kenyataan jumlah korban yang meningkat signifikan. 

Catatan soal adanya korban virus Corona yang meninggal pertama kali disampaikan 11 Maret 2020 lalu. Pada waktu itu pemerintah melansir hanya ada 1 korban meninggal, 2 dinyatakan sembuh. 

Pada 13 Maret 2020, jumlah korban meninggal menjadi 4 orang. Keesokan harinya bertambah 5 orang dan 7 orang pada 17 Maret 2020. 

Pada 18 Maret 2020, jumlah korban meninggal sudah melonjak drastis menjadi 19 orang. Jumlah korban yang positif virus 227 orang dan yang sembuh 11 orang. 

Penambahan jumlah secara signifikan sebenarnya tidak terlalu mengejutkan. Pada saat korban meninggal dikonfirmasi 7 orang, sebenarnya jumlahnya lebih dari itu karena sejumlah daerah mencatat ada pasien yang meninggal karena virus yang belum ada vaksinnya tersebut.

Baca Lainnya : Kemenkes Kaji Pelaksanaan ‘Rapid Test’ Hambat Penyebaran Virus Corona di Seluruh Indonesia

Namun, pejabat daerah pemerintah daerah mengaku tak mau membuka data soal kasus tersebut sebelum ada perintah dari pemerintah pusat. 

Kesimpangsiuran informasi antara yang terjadi di lapangan dengan yang disampaikan juru bicara resmi pemerintahan pusat ini menimbulkan kebingungan publik, dan mungkin juga memicu ketidakpercayaan, karena mengesankan ada sesuatu yang hendak ditutup-tutupi. 

Selain simpang siur soal jumlah penderita, pemerintah juga tidak transparan dalam menyebutkan lokasi sebaran penderita virus Corona. 

Baca Lainnya : Terus Bertambah, Pemerintah Catat 25 Pasien Positif Corona Meninggal Dunia

Pemerintah juga terus dikritisi karena dianggap tidak memiliki prosedur yang jelas dan mengumumkan kepada pihak publik tentang tata cara pemeriksaan Virus Corona bagi yang memiliki gejala terinveksi virus ini. Termasuk memastikan kesiapan dari fasilitas kesehatan (rumah sakit dll) yang menjadi rujukan pemeriksaan. 
Hingga saat ini, publik masih mendapatkan informasi yang berbeda mengenai langkah yang harus dilakukan untuk pemeriksaan di fasilitas layanan kesehatan. 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Ini 5 Daerah di Jawa Barat dengan Kasus Covid-19 Tertinggi

Peristiwa   11 Agu 2020 - 09:18 WIB
Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: