5 Negara dengan Kematian Tertinggi Pendemi Virus Corona

TrubusNews
Binsar Marulitua
14 Mar 2020   14:00 WIB

Komentar
5 Negara dengan Kematian Tertinggi  Pendemi Virus Corona

ilustrasi penggunaan masker untuk mencegah virus corona (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Virus Corona penyebab Covid 19  telah menginfeksi lebih dari 100.000 orang di seluruh dunia. Bahkan Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO telah menetapkannya sebagai pandemi. 

Jumlah kasus virus corona secara global masih terus bertambah. Sampai dengan hari Jumat (13/03/2020) total ada 131.627 kasus terkonfirmasi di seluruh dunia. Adapun jumlah kematian sebanyak 4.940 orang  dan total yang sembuh sebanyak 68.529. 
 

Untuk 5 besar kasus virus corona terjadi di:

1. China dengan 80.793 kasus dengan jumlah kematian 3.169
2. Italia dengan 15.113 kasus dengan jumlah kematian 1.016
3. Iran dengan 10.075 kasus, jumlah kematian 429 
4. Korea Selatan dengan 7.979 kasus, jumlah kematian 67
5. Spanyol dengan 2.965 kasus, jumlah kematian 84.

Memasuki bulan ketiga sejak pertama kali dideteksi, virus corona penyebab Covid-19 masih terus menyebar. Hingga kini, penelitian tentang virus corona jenis baru ini masih terus dilakukan untuk memahami karakteristiknya secara keseluruhan. 

Baca Lainnya : Surati Jokowi, WHO Desak Indonesia Tingkatkan Mekanisme Tanggap Darurat Pendemi Virus Corona

Berdasarkan laporan Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (CDC) sejumlah perkembangan pada identifikasi virus ini. Beberapa perkembangan yang dilaporkan mencakup hal-hal berikut:

Data epidemiologi baru, Penyebaran virus di antara orang yang tidak menunjukkan gejala Laporan terkini isolasi Covid-19,laporan terkini isolasi Covid-19 pada tinja, aksesibilitas terapi obat yang tengah diinvestigasi sebagai pengobatan dan  pedoman sepsis yang bertahan bagi anak-anak.

Pada laporan yang mendeskripsikan presentasi klinis dari pasien yang terkonfirmasi Covid-19, kebanyakan terbatas pada pasien dengan pneumonia.

Perode inkubasi diperkirakan selama empat hari dengan jarak interkuartil dua hingga tujuh hari. Namun, beberapa penelitian memperkirakan jarak yang lebih besar dalam periode inkubasi, terutama berdasarkan virus corona sebelumnya seperti MERS-CoV dan SARS-CoV.  

Berdasarkan kasus-kasus virus corona sebelumnya, periode inkubasi dapat berkisar dari dua hari hingga 14 hari.  Tanda dan gejala pasien yang dilaporkan dirawat di rumah sakit adalah demam pada 44 persen pasien saat masuk ke rumah sakit, dan berkembang menjadi 89 persen pasien selama dirawat di rumah sakit.  

Gejala lain yang jarang dilaporkan antara lain adalah sakit tenggorokan, sakit kepala, batuk  dengan produksi dahak dan/atau hemoptisis. 

Baca Lainnya : Surati Jokowi, WHO Desak Indonesia Tingkatkan Mekanisme Tanggap Darurat Pendemi Virus Corona

Beberapa pasien juga mengalami gejala gastrointestinal seperti diare dan mual sebelum mengalami demam atau penurunan tanda dan gejala pada saluran pernapasan.  Demam yang dialami oleh pasien Covid-19 juga belum dapat dipahami sepenuhnya.

Ada pasien yang dilaporkan mengalami demam dalam waktu lama. Sementara, yang lain mengalami demam yang bersifat intermiten.

Selain itu, sejumlah laporan menjelaskan identifikasi infeksi tanpa gejala atau subklinis berdasarkan deteksi virus dari spesimen usap tenggorokan pada pasien yang terkonfirmasi positif.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          

TNI AL Dan KKP Optimalkan Kerjasama Potensi Maritim

Peristiwa   30 Mei 2020 - 11:33 WIB
Bagikan: