Antisipasi Kenaikan Bawang Putih dan Gula, Pemerintah Bakal Lakukan Operasi Pasar

TrubusNews
Astri Sofyanti
13 Mar 2020   12:00 WIB

Komentar
Antisipasi Kenaikan Bawang Putih dan Gula, Pemerintah Bakal Lakukan Operasi Pasar

Menteri Perdagangan Agus Suparmanto (Foto : Trubusid/Astri Sofyanti)

Trubus.id -- Menyikapi kenaikan sejumlah komoditas pangan belakangan ini, pemerintah melalui Kementerian Perdagangan bakal melakukan operasi pasar khususnya bawang putih dan gula. Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengungkapkan bahwa pihaknya akan merealisasikan kebijakan impor.

”Kalo nanti menjelang ini ada kebijakan yang merelaksasi kebijakan impor apabila dengan penanganan minggu ini belum juga. Nanti kita lebih relaksasikan lagi kebijakan impornya,” kata Mendag Agus usai mengikuti Rapat di Istana Kepresidenan Jakarta, mengutip laman Setkab, Jumat (13/3).

Untuk alternatif impor, Agus menyampaikan ada dari India, tapi China sendiri tidak banyak halangan, hanya perlambatan saja. Diakui Mendag, semua ini termasuk gula juga akibat perlambatan logistik karena pengiriman harusnya masuk mungkin minggu lalu namun ada keterlambatan.

”Tapi ini sedang dalam proses pelaksanaan pengirimannya dan juga mungkin proses pengolahan dari raw sugar menjadi gula konsumsi,” tuturnya.

Terkait kenaikan harga bawang putih, Mendag menyampaikan ini sudah beberapa keluar yang mungkin sekitar hampir Rp60 ribu-an. ”Saya rasa dengan ini berjalan terus keluarnya, nah kalau memang nanti harga masih tinggi nanti kita akan bahas dan akan kita kita keluarkan izin impornya,” tambahnya.

Izin impornya, diakui Agus, memang perlu waktu untuk pelaksanaannya, jadi nanti diihat kalau masih dalam beberapa hari ke depan akan dipantau terus harganya.

”Apabila ini masih tetap kita akan mengambil kebijakan untuk merelaksasi impor ini,” lanjut Mendag.

Rekomendasi impor, menurutnya, ada persyaratannya jadi bukan serta merta langsung keluar dengan kuantitas yang sama yang misalnya salah satu syarat adalah rumah potong hewan (RPH).

”Jadi nanti itu ada prosesnya, jadi tidak misalnya hari ini keluar atau besok langsung keluar persetujuan impornya tinggal mungkin perlu beberapa hari dalam menentukannya ya,” ucapnya lagi.

Soal upaya relaksasi, Mendag menyampaikan akan dibahas dulu dengan kementerian lain, supaya clear proses penyederhanaannya sehingga lebih simple.

”Kalau penghapusan itu kan teknis. Nanti kita bahas dengan Kementerian Pertanian,” imbuhnya.

Sementara itu, terkait gula pasir, Mendag menyampaikan nanti mungkin dalam waktu dekat akan dilakukan operasi pasar dalam beberapa hari ke depan. ”Dan itu memang stoknya ada hanya pendistribusiannya saja. Nanti kita lihat stok yang sekarang didistribusi sudah per didistribusi sekitar 150 ribu,” jelasnya.

Kendalanya, menurut Mendag hanya masalah keterlambatan dalam hal pengiriman terkait masalah Virus Korona karena sebenarnya distribusi sudah masuk. ”Logistik ini kan masuk biasanya cepat ya. Nah dalam proses ini juga kan itu pergerakan orang di Tiongkok ini dibatasi. Itu yang kadang-kadang memang sedang kita antisipasi,” lanjut Agus.

Namun demikian, Mendag menyampaikan kuota itu akan ditambahkan nanti setelah ini selesai mungkin finalisasi dalam 1—2 hari ini ke depan.

”Untuk gula ini sudah diputuskan kemarin 550 ya untuk sampai stok Agustus,” ujar Agus kembali.

Terkait penimbunan, Mendag menyampaikan akan diserahkan kepada Satgas Pangan dan memang sudah koordinasi dengan Satgas Pangan untuk pelaksanaan.

”Karena kita kumpulkan juga produsen-produsen dan bagaimana pendistribusiannya dan nanti itu koordinasinya dengan Satgas Pangan,” pungkasnya.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: