Jaga Stok dan Stabilitas Harga Bapok, Kemendag Gelar Operasi Pasar di Jakarta

TrubusNews
Astri Sofyanti
21 Mar 2020   12:00 WIB

Komentar
Jaga Stok dan Stabilitas Harga Bapok, Kemendag Gelar Operasi Pasar di Jakarta

Kementerian Perdagangan menggelar Operasi Pasar Gula dan Minyak Goreng di Pasar Petojo Ilir, Jakarta, Jumat, (20/3/20). Kegiatan ini di hadiri oleh Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Suhanto. (Foto : Biro Humas Kementerian Perdagangan)

Trubus.id -- Pemerintah terus berkomitmen menjaga kecukupan dan stabilitas harga barang kebutuhan pokok (bapok), khususnya untuk komoditas gula. Salah satunya dengan menggelar operasi pasar (OP) yang bertujuan menyediakan pasokan gula dan menekan harga komoditas gula yang saat ini berada di atas harga acuan. Hal ini disampaikan Direktur Jenderal Pedagangan Dalam Negeri (Dirjen PDN) Suhanto saat menggelar OP di Pasar Petojo Ilir, Jakarta Pusat, Jumat (20/3).

Untuk menjaga stabilitas harga bapok khususnya gula pasir, pada OP kali ini Kemendag dan PT Sungai Budi menggelontorkan sebanyak lima ton gula untuk dijual sesuai Permendag No.7 Tahun 2020 tentang Harga Acuan Pembelian di Tingkat Petani dan Harga Acuan Penjualan di Tingkat Konsumen dan harga acuan yang sebesar Rp12.500 per kg kepada masyarakat.

“Masyarakat diharapkan tidak panik, membeli sesuai kebutuhan, serta tertib dalam berbelanja karena pemerintah menjamin ketersediaan pasokan dan stabilitas harga bapok aman selama penyebaran Covid-19 serta menjelang puasa dan Lebaran 2020,” kata Suhanto mengutip siaran pers Kementerian Perdagangan.

Menurut Suhanto, pemerintah juga telah menambah pasokan gula dalam negeri melalui impor gula dalam bentuk gula mentah (raw sugar), gula konsumsi yang dilakukan pabrik gula berbasis tebu dan BUMN, serta pengadaan gula konsumsi oleh BUMN yang berasal dari pabrik gula dalam negeri.

“Penambahan stok gula sudah dilaksanakan sejak Kamis (19/3) di ritel modern Jakarta yaitu Transmart Duta Merlin sebanyak 20 ton dan Food Hall Plaza Senayan sebanyak 10 ton. Selanjutnya, APRINDO akan melakukan penambahan stok di jaringan ritel anggota APRINDO di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Selain itu, untuk memenuhi kebutuhan gula di wilayah DKI Jakarta, tiga perusahaan Lampung akan mendistribusikan sebanyak 33 ribu ton gula. Hal ini merupakan komitmen ketiga perusahaan tersebut setelah Kemendag bersama dengan Satgas Pangan, Polda Lampung serta Gubernur Lampung turun melakukan pengawasan dan menemukan fakta bahwa stok gula mencukupi untuk didistribusikan ke Jawa, khususnya Jakarta. Selain itu juga didistribusikan ke Lampung, Jambi, dan Riau.

“Ketiga perusahaan Lampung tersebut siap mendistribusikan stoknya dan berkomitmen menjaga harga jual gula di ritel modern sesuai harga acuan yang ditetapkan dalam Permendag No.7 Tahun 2020,” tuturnya.

Berdasarkan dat perkembangan harga bapok yang dianalisa Kemendag, harga rata-rata nasional gula pasir per 19 Maret 2020 tercatat sebesar Rp17.192 per kg. Nilai ini mengalami kenaikan 20,90 persen dibandingkan bulan lalu yang mencapai sebesar Rp14.220 per kg atau 37,54 persen di atas harga acuan (HET). Harga nasional gula pasir tertinggi yang di atas harga acuan terdapat di Manokwari sebesar Rp20.000 per kg.

Selain komoditas gula, OP kali ini juga menggelontorkan sebanyak dua ton minyak goreng yang juga dijual sesuai ketentuan harga acuan dalam Permendag No.7 Tahun 2020. Berdasarkan analisa data Kemendag pada 19 Maret 2020 untuk minyak goreng tercatat sebanyak 800 ribu ton.

Sementara itu, harga minyak goreng curah menurun menjadi Rp11.400 per liter atau turun 1,89 persen dibandingkan bulan lalu yang mencapai Rp11.682 per liter. Penurunan harga juga terjadi pada minyak goreng kemasan sederhana sebesar Rp12.173 per liter atau turun 0,02 persen. Namun, harga tersebut masih berada di atas harga acuan yang sebesar Rp11.000 per liter.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: