Tingkatkan Daya Saing SDM, Kemen PUPR dan ARFI Sertifikasi 100 Aplikator Baja Ringan

TrubusNews
Syahroni
27 Feb 2020   22:00 WIB

Komentar
Tingkatkan Daya Saing SDM, Kemen PUPR dan ARFI Sertifikasi 100 Aplikator Baja Ringan

Kementerian PUPR dan ARFI menggelar Sertifikasi Aplikator Baja Ringan untuk 100 pekerja bangunan. (Foto : Trubus.id/ Syahroni)

Trubus.id -- Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) saat ini menjadi prioritas utama pemerintah dalam melaksanakan pembangunan sesuai dengan instruksi Presiden Joko Widodo saat ia dilantik tahun lalu. Untuk itu, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR)  bersama dengan Asosiasi Roll Former Indonesia (ARFI) menggelar Sertifikasi terhadap para pekerja pemasang (aplikator) rangka baja ringan di Balai Jasa Konstruksi Wilayah III Jakarta, Direktorat Jenderal Bina Konstruksi, Kementerian PUPR, Jakarta Pusat. Kegiatan ini sendiri berlangsung selama 2 hari yaitu pada hari Rabu (26/2) hingga Kamis (27/2).

Sertifikasi ini sendiri diikuti sedikitnya oleh 100 aplikator datang dari berbagai penjuru ibu kota. Sekjen ARFI, Nicolas Kesuma mengatakan, kegiatan sertifikasi aplikator rangka baja ringan merupakan program rutin dari ARFI. Ia malenjutkan, ada tiga tujuan utama dari kegiatan sertifikasi ini. Pertama adalah menjawab arahan Presiden Indonesia, Joko Widodo terkait peningkatan Sumber Daya Manusia. 

Sekjen ARFI, Nicolas Kesuma. Foto: Trubus.id/ Syahroni

"Dengan sertifikasi ini, ARFI berupaya meningkatkan daya saing SDM khususnya kepada pemasang (aplikator) rangka baja ringan," ujar Nicolas Kesuma, usai acara pembukaan, Rabu (26/2) kemarin.

Ia melanjutkan, adapun tujuan kedua digelarnya sertifikasi ini adalah untuk kembali menekankan pentingnya keamanan, baik untuk melindungi pekerja yang memasang baja ringan ataupun pemilik bangunan. Dengan adanya kegiatan sertifikasi, diharapkan tidak ada lagi kesalahan dalam memasang baja ringan. Karena menurutnya kesalahan dalam konstruksi baja ringan tidak melulu dari kesalahan produk, tapi ada juga kesalahan pemasangan.

"Dengan kegiatan ini kita meminimalisir bahkan berupaya menghilangkan kesalahan pemasangan," tutur Nico menjelaskan. 

Terakhir tujuan sertifikasi adalah lahirnya standarisasi pemasangan rangka baja ringan. Sehingga siapapun yang memasang, baik dari Sabang sampai Marauke memiliki standar dalam memasang baja ringan dan juga mengetahui pentingnya produk baja ringan ber-SNI yang digunakan. 

"Standar yang kita ambil merupakan standar yang diterapkan Kementerian PUPR," terangnya. 

Sementara itu, dalam sambutannya dalam pembukaan Pelatihan dan Uji Kompetensi/ Sertifikasi Aplikator Atap Baja Ringan ini, Plt Direktur Bina Kompetensi dan Produktivitas Kontruksi Kementerian PUPR, Putut Marhayudi mengatakan, target pembangunan infrastruktur 2019-2024 membutuhkan jumlah tenaga kerja dalam jumlah yang besar, sehingga penyiapan tenaga kerja konstruksi yang terlatih, terampil, profesional dan bersertifikat adalah tugas pemerintah bersama pemangku kepentingan, termasuk asosiasi.

Plt Direktur Bina Kompetensi dan Produktivitas Kontruksi Kementerian PUPR, Putut Marhayudi. (Foto: Trubus.id/ Syahroni)

Menurutnya, ada 5 tantangan pembinaan jasa konstruksi yang harus dijawab yakni, peningkatan harmonisasi antar pelaku jasa konstruksi, kemudian meningkatkan daya saing kontraktor.

Selanjutnya meningkatkan mutu konstruksi, menyebarluaskan informasi konstruksi serta meningkatan kesehatan dan keselamatan kerja.

Dalam kesempatan ini juga, Putut menyampaikan apresiasinya terhadap ARFI yang akan meluncurkan modul pelatihan aplikator rangka atap baja ringan. 

"Diharapkan modul ini bdapat berguna untuk para aplikato dan juga Direktorat Jenderal Bina Konstruksi," ujarnya.[RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

Waspada, Penggunaan Hand Sanitizer Jangan Berlebihan

Peristiwa   30 Mar 2020 - 13:05 WIB
Bagikan:          
Bagikan: