WNI Kru Kapal Diamond Princess yang Terinfeksi Virus Corona Diobservasi Selama 28 Hari

TrubusNews
Astri Sofyanti
26 Feb 2020   16:00 WIB

Komentar
WNI Kru Kapal Diamond Princess yang Terinfeksi Virus Corona Diobservasi Selama 28 Hari

Kapal Pesiar Diamond Princess berlabuh di Pelabuhan Yokohama, Jepang (Foto : EPA-EFE/FRANCK ROBICHON)

Trubus.id -- Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto memastikan Sembilan Warga Negara Indonesia (WNI) kru Kapal Diamond Princess yang terinfeksi virus corona (Covid-19) dirawat dengan baik oleh pemerintah Jepang. Para kru kapal tersebut merupakan bagian dari 78 WNI yang bekerja sebagai kru kapal pesiar Diamond Princess.

Hingga saat ini Pemerintah Indonesia masih terus memantau perkembangan kondisi kesehatan para WNI kru kapal Diamond Princess.

Menkes Terawan mengatakan, 9 WNI kru Diamond Princess, lima orang diantaranya tengah menjalankan observasi di salah satu rumah sakit di Jepang. Sementara empat orang lainnya masih berada di kapal.

“Mereka dirawat baik oleh Jepang, yang lima orang diobservasi di rumah sakit, yang empat orang masih di kapal, dan sembilan orang itu baru demam," kata Terawan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (25/2).

Menurut Terawan, pemerintah tidak akan mengambil keputusan yang terburu-buru terkait dengan upaya penjemputan para WNI dari kapal Diamond Princess.

Sebelumnya diketahui, 9 WNI kru kapal Diamond Princess positif Covid-19. Nantinya, setelah dilakukan penjemputan para WNI kru kapal Diamond Princess akan menjelani observasi selama 2 kali masa inkubasi atau 28 hari.

Sesditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Achmad Yurianto menjelaskan diputuskannya 28 hari masa observasi dilakukan berdasarkan beberapa pertimbangan.

Selain itu adanya fakta bahwa warga negara Amerika yang merupakan penumpang Kapal Diamond Princess semula diperiksa hasilnya negatif Covid-19, menjadi positif Covid-19 setelah lebih dari 21 hari.

“Artinya kita harus berhati-hati setelah karantina 14 hari pertama. Ini yang membuat kita berpikir bahwa seharusnya untuk ABK Diamond Princess harus dilakukan observasi setidaknya 2×14 hari,” jelas Yuri.

Saat ini kapal Diamond Princess masih berlabuh di Pelabuhan Yokohama. Terkait proses penjemputan, Ia mengatakan bahwa pada prinsipnya semua ABK akan dijemput namun masih perlu diplomasi antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Jepang.

Evakuasi akan dilakukan dengan menggunakan pesawat terbang, sehingga perlu pengaturan khusus soal pemindahan WNI kru Kapal Diamond Princess ke pesawat penjemput.

Sebagai informasi, kapal Diamond Princess mengangkut 3.711 penumpang dan krunya menjalani masa observasi tidak lama usai berlabuh di Yokohama, Jepang karena menjadi tempat penyebaran virus corona. Berdasarkan data terbaru, sudah 691 orang di kapal pesiar itu yang dinyatakan positif terinfeksi Covid-19 dan 3 di antaranya meninggal dunia. Sembilan WNI termasuk di antara 691 pasien itu.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Mentan Syahrul: 250 Ton Gula Siapa Guyur Pasar

Peristiwa   09 April 2020 - 09:55 WIB
Bagikan:          

Pemerintah Siapkan Empat Strategi Atasi Pandemi Covid-19

Peristiwa   09 April 2020 - 09:42 WIB
Bagikan:          
Bagikan: