IPB University Jalin Kerja Sama Pembangunan Botanical Garden di Kabupaten Buru

TrubusNews
Thomas Aquinus
22 Feb 2020   22:00 WIB

Komentar
IPB University Jalin Kerja Sama Pembangunan Botanical Garden di Kabupaten Buru

Dekan Fakultas Pertanian (Faperta) IPB University, Dr Ir Suwardi, MAgr bersama Bupati Kabupaten Buru, Ramly Umasugi menandatangani perjanjian kerjasama pembangunan Botanical Garden di Kabupaten Buru, Maluku. (Foto : IPB University)

Trubus.id -- Dekan Fakultas Pertanian (Faperta) IPB University, Dr Ir Suwardi, MAgr bersama Bupati Kabupaten Buru, Ramly Umasugi menandatangani perjanjian kerjasama pembangunan Botanical Garden di Kabupaten Buru, Maluku, Rabu (19/2) di Kampus IPB Dramaga, Bogor. Botanical Garden atau dalam bahasa daerah setempat disebut Bumi Lalen Garden akan dibangun sebagai tempat wisata unggulan Kabupaten Buru.

Dekan Faperta IPB, Dr Suwardi menyambut baik kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buru tersebut. Ia menyampaikan pihaknya akan mendukung penuh terhadap upaya Pemkab Buru dalam pembangunan Bumi Lalen Garden dan pembangunan pertanian di kabupaten tersebut.

"Untuk pembangunan pertanian, IPB University memiliki inovasi benih padi IPB 3S yang memiliki produktivitas mencapai 12 ton per hektar. Pemkab bisa memanfaatkan inovasi ini sehingga pertanian di daerahnya bisa lebih baik," ungkap Dr Suwardi.  Ia juga menyebutkan, selain inovasi benih padi IPB 3S, IPB University juga memiliki inovasi pepaya Calina.

Baca Lainnya : Ibaratkan Penyuluh Pertanian Sebagai Kopasuss, Mentan Syahrul: Penyuluh Pertanian Berada di Garis Terdepan

Adapun rencana pembangunan Bumi Lalen Garden, Dr Suwardi mengaku sangat tepat telah menggandeng Faperta IPB University. Hal ini karena Faperta IPB University memiliki Departemen Arsitektur Lanskap yang memang berfokus dalam tata rencana kota hijau.

Ketua Departemen Arsitektur Lanskap Faperta IPB University, Dr Akhmad Arifin Hadi, SP, MA menjelaskan Bumi Lalen Garden berpotensi menjadi area ruang terbuka hijau (RTH) di daerah tersebut. "Dengan konsep botanical garden ini, Kabupaten Buru bisa menyisihkan 30 persen kawasan lahannya untuk RTH sebagaimana peraturan yang mensyaratkan adanya RTH di setiap daerah minimal 30 persen," paparnya.

Keberadaan Bumi Lalen Garden, lanjut Dr Akhmad Arifin, dapat berfungsi sebagai kawasan pariwisata, konservasi ex situ flora dan fauna, pendidikan, penelitian dan sebagai jasa lingkungan.

Baca Lainnya : Mentan Syahrul Lepas Komoditas Pertanian ke 28 Negara Senilai Rp79 Miliar

Sementara itu, Bupati Buru, Ramly Umasugi menyampaikan ada dua potensi yang bisa dikembangkan di Kabupaten Buru. Potensi tersebut adalah pertanian dan pariwisata. "Dahulu, masyarakat Buru mendapat suplai beras dari Makassar. Sekarang pemerintah pusat menantang supaya masyarakat tidak lagi bergantung terhadap beras dari Makassar. Oleh karena itu, kami perlu mengandeng IPB University untuk mengembangkan pertanian di tempat kami," ungkapnya.

Ramly juga menyebutkan upaya pembangunan Bumi Lalen Garden bertujuan menjadikan Kabupaten Buru menjadi wilayah yang memiliki tempat pariwisata unggulan. Pihaknya mengakui, terdapat banyak tanaman endemik sehingga berpotensi dijadikan sebagai destinasi wisata.  

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Buah Lokal Rajai Pasar di Tengah Pandemi Covid-19

Peristiwa   09 April 2020 - 10:07 WIB
Bagikan:          

Mentan Syahrul: 250 Ton Gula Siap Guyur Pasar

Peristiwa   09 April 2020 - 09:55 WIB
Bagikan:          

Pemerintah Siapkan Empat Strategi Atasi Pandemi Covid-19

Peristiwa   09 April 2020 - 09:42 WIB
Bagikan: