Banjir, 249 Siswa Terseret Derasnya Arus Sungai Sempor Yogyakarta, 6 Orang Dinyatakan Tewas

TrubusNews
Astri Sofyanti
22 Feb 2020   08:11 WIB

Komentar
Banjir, 249 Siswa Terseret Derasnya Arus Sungai Sempor Yogyakarta, 6 Orang Dinyatakan Tewas

Siswa-sisw yang selamat dari derasnya arus Sungai Sempor, Sleman Yogyakarta (Foto : Biro Humas BNPB)

Trubus.id -- 249 siswa-siswi SMPN 1 Turi Kabupaten Sleman, terseret derasnya arus banjir di Sungai Sempor, Padukuhan Dukuh, Desa Donokerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, Jumat (21/2). Akibat peristiwa tersebut enam orang siswa dinyatakan meninggal dunia. Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Sleman mengatakan, peristia tersebut terjadi sekitar pukul 15.30 WIB.

Murid hanyut yang sudah ditemukan berjumlah 6 orang. Empat orang diantaranya telah teridentifikasi atas nama Sofia Aulia, Kelas 8, alamat Sumberejo; Arisma Rahmawati, Kelas 7, alamat Ngentak Tepan; Nur Azizah, Kelas 8, alamat Kembang Arum; Latifa Zulfaa, alamat Kembang Arum; Khoirun Nissa; dan Evita Putri Larasari. Sementara empat korban lainnya atas nama Yasinta Bunga, Faneza Dida, Zahra Imelda, dan Nadine Fadila Khasanah belum terkonfirmasi hingga pagi ini.

Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Aguw Wibowo mengungkapkan, lebih dari 180 personel dari personel gabungan masih melakukan pencarian 5 murid yang masih harus dikonfirmasi keberadaannya. Personel gabungan menyusuri tepian sungai untuk mencari murid yang masih hilang meskipun dalam kondisi hujan gerimis. Sebanyak 239 murid yang selamat dari insiden telah terdata oleh pihak sekolah dan tim gabungan.

Mereka yang tergabung dalam kegiatan pramuka merupakan kelas 7 dan 8 dari SMP Negeri 1 Turi. Sebanyak 257 orang mengikuti kegiatan penyusuran Sungai Sempor tanpa melihat kondisi cuaca. Namun demikian, saat ini kondisi masih simpang siur terkait dengan data jumlah murid yang mengalami insiden.

Ratusan siswa SMPN 1 Turi Kabupaten Sleman terseret arus banjir di Sungai Sempor, Yogyakarta, (Foto: Biro Humas BNPB)

Ketika para murid melakukan penyusuran, tiba-tiba terjadi banjir dengan arus deras yang akhirnya menghanyut beberapa murid. Saat ini tim gabungan dari SAR dan Polres Sleman masih melakukan pencarian korban hanyut. Pihak BPBD dan TNI turut membantu dalam penanganan darurat.

Berdasarkan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sleman Joko Suprianto menyebutkan bahwa insiden tersebut bermula saat 250 murid SMP Negeri 1 Turi melakukan kegiatan pramuka dengan menyusuri Sungai Sempor yang berada di Desa Donokerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman, D.I. Yogyakarta. Ketika melakukan penyusuran tersebut, arus air tiba-tiba deras dan volume air meningkat akibat kiriman dari hulu sungai.

Saat ini BPBD Kabupaten Sleman telah mendirikan pos komando di lokasi kejadian dan terus berkoordinasi dengan Basarnas, TNI, Polri, dinas terkait, sukarelawan dan warga setempat.

Lebih lanjut Agus mengungkapkan bahwa insiden ini menjadi pembelajaran bersama sehingga insiden serupa dapat dihindari. Apabila akan melakukan kegiatan penyusuran sungai, ini harus dilakukan oleh orang dewasa dan terlatih.

“Anak-anak dan remaja dilarang untuk melakukan penyusuran sungai mengingat sangat berisiko tinggi. Perlu juga memberitahu aparat pemerintah dan keamanan setempat. Di samping itu, aktivitas penyusuran dilakukan pada saat musim kemarau. Ketika ini dilakukan pada musim hujan, risiko air menjadi tinggi mengingat apabila hujan terjadi di sekitar hulu sungai akan berdampak pada arus dan volume air sungai hingga ke bagian hilir,” ungkap Agus.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: