WHO Janjikan Vaksin Covid19 Siap dalam 18 Bulan ke Depan

TrubusNews
Astri Sofyanti
19 Feb 2020   17:04 WIB

Komentar
WHO Janjikan Vaksin Covid19 Siap dalam 18 Bulan ke Depan

Sekretaris Jenderal Badan Kesehatan Dunia (WHO) Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam konferensi pers di Jenewa. (Foto : AFP/Fabrice Coffrini)

Trubus.id -- Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan, vaksin virus corona (Covid19) akan siap dalam 18 bulan ke depan. Hal tersebut diungkapkan langung oleh Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus. Menurutnya, pengembangan vaksin untuk virus corona dapat memakan waktu 12 bulan hingga 18 bulan. Namun, vaksin sedang disiapkan untuk situasi terburuk.

"Pengembangan vaksin tidak boleh dilewatkan," kata Tedros mengutip Reuters, Rabu (19/2).

WHO juga menekankan bahwa proses pencarian vaksin dan obat untuk virus baru biasanya berhasil setelah pengujian selama beberapa tahun dan diwarnai dengan kegagalan.

Namun, dengan adanya perkembangan teknologi modern, diharapkan vaksin virus corona bisa lebih cepat ditemukan. Saat ini, lebih dari 400 peneliti dari seluruh dunia berusaha menemukan vaksin tersebut.

Adapun persiapan jangka panjang tersebut perlu diseimbangkan dengan solusi kesehatan bagi penderita infeksi virus tersebut dan menjaga tingkat kematian rendah.

Dia mengatakan, virus itu dinamai Covid-19 untuk menghindari stigma dan nama-nama lain yang mungkin tidak akurat.

"Sejujurnya, virus ini lebih kuat untuk menciptakan gangguan politik, sosial, dan ekonomi dibanding serangan terorisme. Ini adalah musuh terburuk yang bisa dibayangkan," paparnya.

Direktur Departemen Manajemen Bahaya Infeksi WHO memperkirakan ada kandidat untuk vaksin virus corona dalam waktu 16 minggu. Namun, pengembangan dan percobaan selama berbulan-bulan untuk membuktikan efektivitasnya pada manusia akan membutuhkan waktu.

Briand mengatakan tidak ada data baru tentang pengembangan vaksin sejak pertemuan penelitian coronavirus WHO awal bulan ini.

Sementara itu, Direktur Eksekutif WHO untuk Program Keadaan Darurat Kesehatan Mike Ryan mengatakan banyak nyawa yang tetap dapat diselamatkan dalam beberapa bulan mendatang bahkan tanpa vaksin. Investasi segera diperlukan untuk mendukung sistem kesehatan dan menyediakan perawatan.

"Ada orang yang sakit dan sistem kesehatan yang rentan sekarang. Kita bisa menyelamatkan banyak nyawa melalui terapi suportif," ungkapnya.

Jumlah korban Covid19

Otoritas China melaporkan hingga Rabu (19/2) total korban meninggal akibat terinfeksi virus corona (Covid19) di China mencapai 2.004 orang. China mencatat 136 kasus kematian baru dalam 24 jam terakhir, 132 diantaranya meninggal dunia di Provinsi Hubei. Sementara total kasus yang dikonfirmasi di daratan China tembus 74.185.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Kohibora Fokus Hijaukan Kota Bogor Lewat Hidroponik

Peristiwa   04 Des 2020 - 15:14 WIB
Bagikan:          

Gubernur Bengkulu Ajak Seluruh Pihak Perkuat Kostratani

Peristiwa   04 Des 2020 - 13:49 WIB
Bagikan:          

Walikota Bogor Resmi Luncurkan Program Bogor Berkebun

Peristiwa   04 Des 2020 - 13:11 WIB
Bagikan: