Setelah Trulek Jawa Punah, 8 Spesies Burung Beralih Status Terancam

TrubusNews
Binsar Marulitua
15 Feb 2020   21:00 WIB

Komentar
Setelah Trulek Jawa Punah, 8 Spesies Burung  Beralih Status Terancam

Ilustrasi Trulek Jawa (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Research & Communication Officer Burung Indonesia, Ridha mengungkapkan burung Trulek jawa (Vanellus macropterus) yang sebelumnya dikategorikan sebagai salah satu spesies dengan resiko kepunahan paling tinggi, pada saat ini diperkirakan telah mengalami kepunahan di habitat aslinya.

Sebelumnya, IUCN (International Union for Conservation of Nature and Natural Resources) memberikan status possibly exctinct pada spesies ini (Critically Endangered-Possibly Extinct/CR-PE). 

"Tidak adanya catatan pertemuan dengan trulek jawa sejak 1939 menyebabkan spesies ini dinyatakan telah menghilang dari dataran rendah Pulau Jawa," jelas Ridha di Makassar, Jumat (14/2/2020).

Baca Lainnya : Ungkap 10 Taksa Baru Burung Indonesia, LIPI Beri Nama Habibie dan Emil Salim

Ridha menjelaskan, selain burung burung Trulek jawa delapan spesies burung juga mengalami peningkatan status keterancaman.

Kedelapan spesies burung di antaranya kerak kerbau (Acridotheres cinereus), empuloh janggut (Alophoixus bres), cica-daun jawa (Chloropsis cochinchinensis), cica-daun dahi-emas (Chloropsis media), cica-daun besar (Chloropsis sonnerati), nuri telinga-biru (Eos semilarvata), gosong tanimbar (Megapodius tenimberensis), dan kacamata jawa (Zosterops flavus).

“Peningkatan status keterancaman bagi spesies tersebut tentu menjadi tantangan baru bagi upaya pelestarian burung di Indonesia. Sebab penurunan populasi dan ancaman masih berkait dengan perburuan tak berkelanjutan yang diikuti hilangnya habitat akibat degradasi dan alih fungsi lahan,” jelas Ridha.

Baca Lainnya : BBKDSDA Papua Barat Lepasliarkan 41 Burung Endemik di TWA Sorong

Selain itu, perhatian juga tertuju pada spesies burung yang memiliki persebaran luas di kawasan Asia yakni burung kacamata biasa.

Subspesies burung ini yang tersebar di Pulau Jawa dan Bali oleh peneliti taksonomi dianggap merupakan spesies baru tersendiri dan diberi nama sangkar white-eye (Zosterops melanurus).

Hal ini didasarkan pada perbedaan morfologi dan genetik untuk subspesies yang ada di Pulau Jawa dan Bali diantara subspesies di wilayah lainnya lainnya.

Beberapa tahun terakhir, masyarakat di Jawa dan Bali menjadikan burung kacamata sebagai salah satu burung piaraan yang juga diperdagangkan karena keindahan bulu dan suara merdunya sehingga banyak diburu.

Namun, aktivitas tersebut menyebabkan populasi burung ini menurun di alam. Akibatnya spesies ini pun dikategorikan sebagai spesies terancam punah secaraglobal (Globally Threathened Species) dalam kategori Vulnerable. 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

Waspada, Penggunaan Hand Sanitizer Jangan Berlebihan

Peristiwa   30 Mar 2020 - 13:05 WIB
Bagikan:          
Bagikan: