WHO Resmi Rilis Nama Baru Virus Corona, Covid-19

TrubusNews
Astri Sofyanti
13 Feb 2020   17:30 WIB

Komentar
WHO Resmi Rilis Nama Baru Virus Corona, Covid-19

Sekretaris Jenderal Badan Kesehatan Dunia (WHO) Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus (Foto : AFP/FABRICE COFFRINI)

Trubus.id -- Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah merilis secara resmi nama baru untuk wabah virus corona menjadi Covid-19. Nama baru ini dirilis oleh Direktur Jenderal Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam sebuah konferensi pers di Jenewa pada, Rabu (12/2).

"Kami umumkan nama baru untuk penyakit ini, Covid-19. Saya mengejanya: C-O-V-I-D garis satu sembilan. Covid-19," kata pemipmin WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus seperti dikutip akun twitter resmi WHO, Rabu (12/2). 

Virus Novel Corona (Covid-19) yang berepisentrum di Wuhan Cina dikonfirmasi telah menyebar ke 26 negara. Meski begitu, sejauh ini Covid-19 tidak ditemukan di Indonesia terbukti dari hasil pemeriksaan 71 spesimen dengan 67 spesimen di antaranya negatif Covid-19, sisanya dalam proses pemeriksaan.

Meski begitu, Kementerian Kesehatan menyatakan bahwa kemungkinan Covid-19 menyebar ke Indonesia masih ada. Namun Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan berupaya keras melakukan pencegahan dan antisipasi terjadinya hal tersebut melalui pintu masuk negara.

Di Indonesia terdapat sebanyak 353 pintu masuk dan perbatasan Negara (bandara, pelabuhan dan pos lintas batas darat negara) di bawah pengawasan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP). Telah tersedia 195 thermal scanner di 135 pintu masuk Negara, 21 alat capsule transport di 21 KKP.

Kemenkes telah mendistribusikan Health Alert Card (HAC) kepada pelaku perjalanan yang berasal dari 12 negara terjangkit. Tak hanya itu, terdapat 100 RS rujukan di Indonesia yang disiapkan untuk merawat kasus COVID-19.

Puslitbang Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan (BTDK) merupakan Laboratorium yang ditunjuk untuk melakukan pemeriksaan. Sampai dengan tanggal 11 Februari 2020 telah diperiksa sebanyak 71 sampel dengan hasil 67 negatif COVID-19 dan 4 dalam proses pemeriksaan.

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kementerian Kesehatan Widyawati, lewat keterangan tertulisnya dikutip dari Kementerian Kesehatan, Kamis (13/2) menyebut, upaya pencegahan dan antisipasi penyebaran Covid-19 sudah dilakukan sejak proses observasi terhadap 238 warga di Natuna pada 2 Februari 2020. Proses observasi dilakukan selama 14 hari. Terhadap seluruh orang yang diobservasi, dilakukan pengukuran suhu sebanyak 2 kali sehari dan sampai saat ini, tidak menunjukkan peningkatan suhu.

"Disinfeksi di dalam dan di luar hanggar setiap pagi dan malam hari juga rutin dilakukan. Untuk mencegah terjadinya penyakit yang bersumber dari makanan, sering dilakukan pemeriksaan sampel makanan sarapan pagi, snack pagi, makan siang dan makan malam," ujarnya.

Terkait kesehatan lingkungan, dilakukan pengawasan terhadap pengelolaan limbah termasuk limbah medis. Kebersihan area observasi dengan tidak membiarkan sampah berserakan dan tidak menumpuk serta operasionalisasi autoclave (sterilisasi limbah medis).

Pemeriksaan terhadap sampel air minum dari dapur dan air bersih hanggar menunjukkan hasil bahwa air minum telah memenuhi syarat baku mutu. Sampai saat ini logistik kesehatan dan obat-obatan di lokasi observasi mencukupi.

"Kemenkes juga melakukan kegiatan bersama masyarakat Natuna dengan menyediakan Pos Kesehatan Terintegrasi di Pantai Piwang untuk masyarakat di Natuna. Selain itu, dilakukan sosialisasi kepada masyarakat Natuna tentang proses observasi warga dari Wuhan yang dilakukan di wilayahnya agar situasi di Natuna dalam keadaan kondusif," pungkas Widyawati.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan: