Kasus Kematian Terbaru Virus Corona Capai 1.013, Sudah Lebih Dari 42 Ribu Orang Terinfeksi

TrubusNews
Astri Sofyanti
11 Feb 2020   14:00 WIB

Komentar
Kasus Kematian Terbaru Virus Corona Capai 1.013, Sudah Lebih Dari 42 Ribu Orang Terinfeksi

Perugas medis di salah satu rumah sakit di Wuhan tengah memeriksa data medik pasien terinfeksi virus corona (Foto : ANTARA/HO-GT/mii)

Trubus.id -- Jumlah kasus kematian akibat positif terinfeksi novel coronavirus (nCoV) mencapai 1.013 orang, hingga Selasa (11/2). Korban bertambah 108 dalam 24 jam terakhir. Dikutip dari Reuters, Selasa (11/2), jumlah yang terinfeksi bertambah 2.478 orang. Korban meninggal dunia dan yang terinfeksi paling banyak berasal dari Wuhan, Provinsi Hubei, China.

Sementara itu, jumlah orang yang terjangkit virus corona di seluruh dunia tercatat hingga Selasa mencapai lebih dari 42 ribu orang.

Sampai saat ini di Provinsi Hubei yang menjadi pusat wabah virus corona tercatat ada 974 orang meninggal, 7 kasus kematian di Heilongjiang, 6 kasus kematian di Henan, 3 kasus kematian di Anhui, 3 kasus kematian di Hainan, 2 kasus kematian di Gansu, 2 kasus kematian di Beijing, 2 kasus kematian di Hebei, 2 kasus kematian di Chongqing, 1 kasus kematian di Guizhou, 1 kasus kematian di Sichuan, 1 kasus kematian di Jilin, 1 kasus kematian di Hunan, 1 kasus kematian di Shandong, 1 kasus kematian di Guangdong, 1 kasus kematian di Shanghai, 1 kasus kematian di Guangxi, 1 kasus kematian di Tianjin, 1 kasus kematian di Jiangxi.

Kemudian, 1 kasus kematian dikonfirmasi di Hong Kong dan 1 korban lainnya di Filipina. Kondisi ini membuat jumlah kasus kematian di daratan China mencapai 1.011 kasus.

Lebih dari 25 ribu penduduk Hubei dirawat akibat virus corona. Dari jumlah itu ada 1,298 berada dalam kondisi kritis.

Virus mematikan ini juga menyebar ke berbagai negara seperti Asia Tenggara, India, Jepang, Rusia, Uni Emirat Arab, Eropa Barat, Amerika Serikat (AS) hingga Kanada.

Saat ini, beberapa peneliti di berbagai negara mengembangkan vaksin dan obat untuk mengatasi virus corona. Dikutip dari Reuters, Ilmuwan Asal Inggris Robin Shattock mengklaim telah menemukan vaksin untuk virus corona. Vaksin tersebut bisa mempersingkat perkembangan virus dari dua hingga tiga tahun menjadi 14 hari.

Berdasarkan laporan Sky News, Shattock akan mulai menguji coba vaksin virus corona ke binatang pada pekan ini. Jika berhasil, vaksin itu akan diuji coba terhadap manusia pada pertengahan tahun ini.

Sementara itu di China salah satu stasiun televisi lokal menyebutkan bahwa tim peneliti di Universitas Zhejiang telah menemukan obat untuk menyembuhkan pasien yang terjangkit virus corona.

Merespon hal tersenut, Juru Bicara WHO Tarik Jasarevic menyatakan, tidak ada yang mengetahui efektivitas vaksin maupun obat tersebut dalam menangani virus corona. Meski begitu, departemen kesehatan Amerika Serikat dan Tiongkok berkomitmen menemukan vaksin untuk virus corona dalam beberapa bulan ke depan.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: