BMKG: Gempa Tektonik Pulau Seram Dipicu Sesar Naik

TrubusNews
Astri Sofyanti
08 Feb 2020   23:22 WIB

Komentar
BMKG: Gempa Tektonik Pulau Seram Dipicu Sesar Naik

Ilustrasi - gempa bumi (Foto : Trubus.id)

Trubus.id -- Gempa tektonik dengan magnitudo 5,4 mengguncang Pulau Seram, Sabtu (8/2) pukul 13.36.46 WIB. Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono mengungkapkan bahwa episenter gempa terletak pada koordinat 2,85 Lintang Selatan (LS) dan 129,93 Bujur Timur (BT) tepatnya di laut pada jarak 68 kilometer arah Barat Laut Kota Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur, Maluku pada kedalaman 29 kilometer.

Guncangan gempa ini dirasakan di Bula, Kobisonta, Wahai, Kobi, Boti, dan Bula dalam skala intensitas IV MMI menyebabkan warga lari berhamburan keluar rumah. Guncangan gempa juga dirasakan hingga di Kairatu II-III MMI menyebabkan benda-benda ringan yang digantung bergoyang. Hasil pemodelan menunjukkan gempa ini tidak berpotensi tsunami.

“Gempa signifikan Pulau Seram hari ini berada di zona aktif Ambon-Seram, sesuai dengan klaster zona aktif yang sudah terpetakan sejak bulan Januari 2020 lalu,” kata Daryono mengutip unggahan di Instagram pribadinya @daryonobmkg, Sabtu (8/2).

Menurutnya, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal akibat aktifitas Sesar Naik Seram Utara (North Ceram Thrust). Ini sesuai dengan hasil analisis mekanisme sumber gempa menurut BMKG yang menunjukkan gempa dipicu oleh penyesaran dengan mekanisme pergerakan naik (thrust fault). Hingga hari Sabtu, 8 Februari 2020 pukul 14.47 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan telah terjadi 11 kali aktivitas gempa susulan (aftershock) dengan magnitudo terbesar M=5,0.

Dijelaskan Daryono, zona gempa Pulau Seram memang merupakan kawasan rawan gempa dan tsunami. Di wilayah ini pernah terjadi gempa kuat yang memicu tsunami pada 30 September 1899. Saat itu Pulau Seram diguncang gempa berkekuatan M=7,8 yang memicu tsunami merusak menyebabkan 4.000 orang meninggal dunia.

Sementara itu, Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Bencana Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Agus Wibowo mengatakan data dari Pusdalops BNPB melaporkan bahwa gempa susulan terjadi sebanyak 13 kali, hingga pukul 21.18 WIT dengan magnitudo 3,0 hingga 5,0.

“BPBD Kabupaten Maluku Tengah mengidentifikasi dampak gempa sementara per 8 Februari 2020, pukul 21.30 WIT berupa 5 unit rumah yang dihuni oleh 5 KK rusak, 1 unit pabrik kelapa sawit rusak, dan 1 buah bak penampung air di SMP rusak. Sedangkan di Kabupaten Seram Bagian Timur, BPBD setempat tidak mencatat adanya kerusakan,” ugkap Agus.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan: