Gakkum KLHK Sergap Aktivitas Pembalakan Liar di Raja Ampat

TrubusNews
Binsar Marulitua
07 Feb 2020   14:00 WIB

Komentar
Gakkum KLHK Sergap Aktivitas Pembalakan Liar di Raja Ampat

Tim Operasi Pengamanan dan Penegakan Hukum LHK Maluku Papua berhasil menangkap dua pelaku illegal logging di Perairan Kalwal Distrik Salawati Barat, Kabupaten Raja Ampat, 3 Februari 2020. Dalam operasi tersebut, petugas menyita 100 m3 kayu jenis merbau (Intsia bijuga) berbagai ukuran, Kapal KM Sumber Harapan III, tiga chain saw, dan sepeda modifikasi sebagai alat dorong kayu.  (Foto : Gakkum KLHK)

Trubus.id -- Tim Operasi Pengamanan dan Penegakan Hukum LHK Maluku Papua berhasil menahan HN dan S, dua pelaku illegal logging di Perairan Kalwal Distrik Salawati Barat, Kabupaten Raja Ampat, 3 Februari 2020. Dalam operasi tersebut, petugas menyita 100 m3 kayu jenis merbau (Intsia bijuga) berbagai ukuran, Kapal KM Sumber Harapan III, tiga chain saw, dan sepeda modifikasi sebagai alat dorong kayu. 

“Penyidik Balai Penegakan Hukum (Gakkum) Wilayah Maluku Papua masih mendalami dan menuntaskan penyidikan kasus itu untuk mencari pihak lain yang terlibat,” kata Kepala Balai Gakkum Wilayah Maluku Papua Leonardo Gultom, 6 Februari 2020.

Saat ini Petugas memindahkan barang bukti kayu olahan berbagai ukuran itu ke Pelabuhan Klalin untuk selanjutnya dihitung, serta dipindahkan ke gudang. Penyidik PNS Balai Gakkum Maluku Papua akan menjerat HN dan S dengan Pasal 83 Ayat 1 Huruf b Jo. Pasal 12 Huruf e Undang-Undang No 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan, dengan ancaman pidana penjara paling singkat 8 tahun dan paling lama 15 tahun, denda paling sedikit Rp 500 juta dan paling banyak Rp 2,5 miliar.

“Kami akan terus memantau kegiatan pembalakan liar di wilayah Sorong dan Papua Barat pada umumnya dengan upaya pengawasan serta pencegahan dini dari semua pihak,” kata Leonardo Gultom menegaskan. 

Di tempat terpisah Direktur Pencegahan dan Pengamanan Hutan Sustyo Iryono, menyatakan pentingnya hasil operasi ini untuk menyelamatkan sumber daya alam dan ekosistem.

“Operasi ini akan terus dilakukan untuk melindungi masyarakat, ekosistem dan menyelamatkan negara dari kerugian,” ujarnya.


 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

Korban Tewas Akibat Covid19 Bertambah Jadi 1.800 Orang

Peristiwa   18 Feb 2020 - 14:22 WIB
Bagikan:          
Bagikan: