Kementerian Kesehatan Pastikan Lokasi Observasi WNI di Natuna Aman

TrubusNews
Astri Sofyanti
04 Feb 2020   14:30 WIB

Komentar
Kementerian Kesehatan Pastikan Lokasi Observasi WNI di Natuna Aman

238 WNI yang telah dievakuasi dari China tengah menjalani observasi di Natuna (Foto : Biro Humas Kementerian Kesehatan)

Trubus.id -- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memastikan lokasi observasi Warga Negara Indonesia (WNI) yang telah dievakuasi dari China di Natuna aman. Natuna menjadi tempat yang dipilih Pemerintah Indonesia sebagai lokasi transit untuk mengobservasi WNI yang dievakuasi dari Wuhan.

Menurut Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Anung Sugihantono, pemilihan lokasi ini telah mempertimbangkan jarak dan waktu.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Panglima TNI Hadi Tjahjanto dalan konferensi pers pelepasan tim penjemputan ke Wuhan pada Sabtu (1/1) lalu, bahwa Natuna memiliki rumah sakit yang dikelola 3 angkatan. Selain itu jarak dermaga dan landasan pacu juga dekat. Sehingga memudahkan dalam proses transit observasi.

Di Natuna, Pemerintah Indonesia telah menyediakan tempat tinggal yang memadai. Ada fasilitas kesehatan beserta tenaga kesehatan, sarana dan prasarana pendukung, serta logistik. Yang dilakukan disana adalah observasi bukan membatasi.

“Tempat observasi telah didesain sedemikian rupa, hanggar dibuat secara berlapis dengan siklus udara yang baik,” kata Anung lewat keterangan resminya.

Terkait kekhawatiran masyarakat akan jarak hanggar yang dinilai terlalu dekat dengan pemukiman warga, Dirjen Anung memastikan bahwa proses penularan nCoV tidak akan terjadi. Pasalnya virus tidak akan bertahan lama di udara. Terlebih di lokasi observasi telah diskenariokan menjadi 3 bagian.

“Di sana juga dibagi menjadi 3 ring. Ring 1 untuk tenaga kesehatan dan WNI yang dievakuasi, ring 2 untuk penyediaan makanan dan ring 3 untuk pemantauan. Sehingga kekhawatiran masyarakat akan potensi penularan nCoV tidak akan terjadi,” ucap Anung.

Proses observasi direncanakan akan berlangsung selama 14 hari. Selama itu juga, mereka akan diberikan berbagai kegiatan agar tidak jenuh. Pemerintah juga siap mendukung logistik yang dibutuhkan, karena yang dilakukan disana adalah observasi bukan membatasi.

Meski telah dinyatakan sehat oleh Pemerintah China, warga negara Indonesia di Natuna tetap akan terus dipantau dan akan dilakukan pemeriksaan suhu tubuh 2 kali sehari, sekali lagi untuk memastikan kondisi mereka tetap sehat.

“Kementerian kesehatan telah mengeluarkan pedoman kegiatan untuk WNI di Natuna. Logistik yang dibutuhkan juga terus diupdate untuk dipenuhi. Untuk mengurangi kejenuhan, Pemerintah juga menyediakan alat fitness, permainan, serta alat kesenian,” pungkasnya.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

Waspada, Penggunaan Hand Sanitizer Jangan Berlebihan

Peristiwa   30 Mar 2020 - 13:05 WIB
Bagikan:          
Bagikan: