Cegah Penyebaran Novel Corona Virus, Pemerintah Tak Izinkan Semua Pendatang dari China Masuk dan Transit di Indonesia

TrubusNews
Astri Sofyanti
03 Feb 2020   16:00 WIB

Komentar
Cegah Penyebaran Novel Corona Virus, Pemerintah Tak Izinkan Semua Pendatang dari China Masuk dan Transit di Indonesia

Wabah virus corona di Wuhan, China (Foto : AFP/Getty Images)

Trubus.id -- Guna mencegah penyebaran novel corona virus (2019-nCoV) lebih luas lagi, pemerintah Indonesia untuk sementara tidak mengizinkan semua pendatang dari China masuk ataupun melakukan transit ke Indonesia. Pernyataan tersebut telah diputuskan dalam rapat cabinet terbatas yang dipimpin langsung oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) di Jakarta baru-baru ini.

Sebagaimana diketahui, virus corona pertama kali terdeteksi di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China, pada akhir tahun 2019 lalu.

"Semua pendatang yang tiba dari China daratan dan sudah berada di sana selama 14 hari untuk sementara tidak diizinkan untuk masuk dan melakukan transit di Indonesia," demikian disampaikan Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi dalam jumpa pers di Bandara Halim Perdanakusuman, Jakarta, mengutip BBC.

Diakui Menlu, pemerintah juga memutuskan untuk menghentikan sementara semua penerbangan dari dan ke China mulai Rabu (5/2). Dalam rapat tersebut, pemerintah juga akan menghentikan sementara pemberian visa kunjungan dan visa on arrival untuk warga negara China yang bertempat tinggal di China daratan, kata Retno.

Selain itu, "Pemerintah meminta WNI untuk sementara tidak melakukan perjalanan ke China daratan," ucapnya lagi.

Keputusan ini dibuat setelah pemerintah Indonesia telah mengevakuasi lebih dari 238 WNI dari Provinsi Hubei yang kemudian ditempatkan di Pulau Natuna selama dua pekan untuk diobservasi.

Tindakan pemerintah Indonesia ini juga dilakukan setelah seorang pria warga negara China meninggal dunia di Filipina setelah melakukan perjalanan dari Wuhan karena terinfeksi virus korona, yang disebut sebagai kasus kematian pertama di luar wilayah China.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan sejauh ini lebih dari 300 orang tewas dalam wabah ini, sebagian besar dari Provinsi Hubei, China, dan lebih dari 14.000 orang di seluruh dunia telah terinfeksi. Dengan jumlah tersebut, angka kematian akibat virus corona di China mencapai dua persen.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Mentan Syahrul: 250 Ton Gula Siapa Guyur Pasar

Peristiwa   09 April 2020 - 09:55 WIB
Bagikan:          

Pemerintah Siapkan Empat Strategi Atasi Pandemi Covid-19

Peristiwa   09 April 2020 - 09:42 WIB
Bagikan:          
Bagikan: