Virus Corona Mewabah, KKP Waspadai Impor Produk Perikanan dari Tiongkok

TrubusNews
Binsar Marulitua
29 Jan 2020   15:00 WIB

Komentar
Virus Corona Mewabah, KKP Waspadai Impor Produk Perikanan dari Tiongkok

Ilustrasi Virus Corona (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Virus Corona yang mulai mewabah dari Wuhan, Tiongkok telah menyebar ke 13 negara di dunia sampai Selasa 28 Januari 2020. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berusaha mengantisipasi penularan virus penyebab penyakit pneumonia mematikan tersebut melalui perdagangan ikan dan produk olahan ikan antarnegara.  

Kepala Badan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) KKP, Rina menjelaskan telah mengeluarkan surat edaran kepada seluruh satuan kerja (Satker) di exit/entry point, baik bandara, pelabuhan, hingga pos lintas batas negara (PLBN). Surat Edaran Kepala BKIPM bernomor SE No.276/BKIPM/I/2020 tersebut berisi imbauan kewaspadaan terhadap penyakit pneumonia.

Surat edaran tertanggal 24 Januari 2020 tersebut meminta seluruh Satker BKIPM berkoordinasi dengan unsur-unsur Bea Cukai, Imigrasi, Kantor Kesehatan Pelabuhan, Badan Karantina Pertanian, Keamanan Bandara/Pelabuhan (CIQS), Otoritas Penerbangan dan Pelayaran, serta Perusahaan Penerbangan/Pelayaran setempat guna mencegah masuk dan tersebarnya penyakit tersebut. 

Baca Lainnya : KKP Tanggapi Penyebaran Virus Corona dari Lendir dan Darah Ikan

"Koordinasi dilakukan lintas kementerian dengan Kementerian Kesehatan, Kementerian Pertanian, dan Kementerian Perdagangan," jelas Rina di Jakarta, Rabu (29/1/2020).

Rina menjelaskan, BKIPM KKP akan memastikan daftar ikan yang diimpor dari negara terjangkit  sehat dan aman dikonsumsi. Untuk itu, ia ingin segera dilakukan pengujian terhadap ikan dan kemungkinannya terpapar virus corona. 

Apabila telah dipastikan ikan sebagai media pembawa virus corona, BKIPM akan menghentikan sementara impor ikan dari negara-negara yang dicurigai terkena wabah. 

“BKIPM akan meminta konfirmasi dari Otoritas Kompeten Tiongkok atau General Administration of Customs of the People's Republic of China (GACC) terkait langkah pencegahan yang dilakukan. Kita juga akan mewajibkan GACC memastikan produk dari Tiongkok sudah diuji dan bebas virus corona,” terang Rina.

Rina menambahkan, BKIPM juga meminta GACC menginformasikan peta dan data penyebaran virus corona pada produk perikanan di Tiongkok, terutama di Wuhan dan radius 20 km.

Ia juga meminta petugas untuk meningkatkan kewaspadaan dalam pemeriksaan khususnya terhadap penerbangan/pelayaran yang berasal/terkoneksi langsung dengan Tiongkok dan negara-negara lain yang dicurigai terkena wabah. 

"Petugas BKIPM di lapangan pun dalam melaksanakan tugas diminta untuk menaati rambu-rambu upaya pencegahan yang diterbitkan WHO, yaitu WHO advice for international travel trade in relation to the outbreak of pneumonia caused by a new corona virus in China,"pungkasnya.

Sebagai informasi, uji virus corona pada produk pertanian sedang didiskusikan oleh Balai Besar Penelitian Veteriner (Balitvet) Kementerian Pertanian. Sementara pada produk perikanan, Balai Uji Standar Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BUSKIPM) telah berkoordinasi dengan Lembaga Eijkman serta laboratorium terkait lainnya dalam uji virus corona ini. Lembaga Eijkman merupakan suatu lembaga penelitian yang meneliti penyakit-penyakit menular dan zoonosis  (dapat menginfeksi manusia).

Baca Lainnya : Virus Corona Mewabah, Pemerintah Siapkan 21 Kapsul Isolasi pada 19 Daerah

Hasil koordinasi mengindikasikan bahwa pengujian virus corona dengan sampel produk perikanan/ikan sangat mungkin dilaksanakan, namun tentunya memerlukan persiapan-persiapan teknis sehingga mendapatkan hasil yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Sejauh ini apabila diperlukan maka untuk produk perikanan, uji virus corona diusulkan melalui sampel lendir ikan karena sebagai indikator kontaminasi. 

BKIPM juga telah mengundang ahli virologi dari Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Profesor R. Wasito yang telah meneliti virus corona sejak tahun 1989 di Michigan State University, Amerika Serikat.

Merujuk kepada keterangan Profesor Wasito, selama ini belum ada studi yang menguatkan infeksi virus corona pada ikan dan bersifat zoonosis. virus corona yang menyerang manusia sangat besar kemungkinan berasal dari virus corona pada mamalia yang mengalami mutasi. 

Hal tersebut senada dengan rilis terbaru penelitian tentang 2019-nCov oleh ahli dari Jerman yang mengemukakan adanya kedekatan kekerabatan antara Wuhan viru corona (2019-nCov) dengan virus corona pada kelelawar. 

Baca Lainnya : Ludes di Tiongkok, BNPB Kirimkan 10 Ribu Masker N95 untuk WNI Hadapi Wabah Corona

Infeksi virus tersebut telah menyebar ke 13 negara dunia, yaitu Jepang, Prancis, Australia, Amerika Serikat, Kanada, Nepal, Singapura, Malaysia, Korea Selatan, Thailand, Taiwan, hingga Vietnam.

Menurut WHO, penyakit yang memiliki risiko tinggi kematian ini penularan antar manusia hanya ditemukan di Tiongkok. Sementara beberapa kasus seperti di Thailand, Singapura, Taiwan tidak menular antar manusia melainkan riwayat perjalan ke Negeri Tirai Bambu tersebut.
 

 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: