KKP Tanggapi Penyebaran Virus Corona dari Lendir dan Darah Ikan

TrubusNews
Binsar Marulitua
29 Jan 2020   14:00 WIB

Komentar
KKP Tanggapi Penyebaran  Virus Corona dari Lendir dan Darah Ikan

Ilustrasi Virus Corona (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengklarifikasi informasi isu penyebaran virus corona yang berasal dari lendir maupun darah ikan yang terpapar. Saat ini KKP juga  memastikan daftar ikan yang diimpor dari negara terjangkit sehat dan aman dikonsumsi.

Kepala Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) KKP, Rina mengatakan, untuk produk perikanan, Balai Uji Standar Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BUSKIPM) telah berkoordinasi dengan Lembaga Eijkman serta laboratorium terkait lainnya dalam uji virus corona ini. Lembaga Eijkman merupakan suatu lembaga penelitian yang meneliti penyakit-penyakit menular dan zoonosis (dapat menginfeksi manusia).

Hasil koordinasi mengindikasikan bahwa pengujian virus corona dengan sampel produk perikanan/ikan sangat mungkin dilaksanakan, namun tentunya memerlukan persiapan-persiapan teknis sehingga mendapatkan hasil yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. 

"Sejauh ini apabila diperlukan maka untuk produk perikanan, uji virus corona diusulkan melalui sampel lendir ikan karena sebagai indikator kontaminasi,"jelas Rina di Jakarta, Rabu (29/1/2020). 

Baca Lainnya : 190 Pohon Ditebang, Menteri LHK Sorot Pelanggaran Prosedur Revitalisasi Monas

BKIPM juga telah mengundang ahli virologi dari Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Profesor R. Wasito yang telah meneliti virus corona sejak tahun 1989 di Michigan State University, Amerika Serikat. Merujuk kepada keterangan Profesor Wasito, selama ini belum ada studi yang menguatkan infeksi virus corona pada ikan dan bersifat zoonosis. virus corona yang menyerang manusia sangat besar kemungkinan berasal dari virus corona pada mamalia yang mengalami mutasi. 

Hal tersebut senada dengan rilis terbaru penelitian tentang 2019-nCov oleh ahli dari Jerman yang mengemukakan adanya kedekatan kekerabatan antara Wuhan virus  corona (2019-nCov) dengan virus corona pada kelelawar. 

Lebih lanjut, telah beredar berita di media online bahwa dr. I Made Bagiada, Sp.PD dari Rumah Sakit Umum Pusat ( RSUP) Sanglah Bali, telah memberikan informasi di media sosial : "Waspada" Corona Virus Penyebab Pneumonia Berat Ditularkan Lewat Ikan.

Baca Lainnya : Ludes di Tiongkok, BNPB Kirimkan 10 Ribu Masker N95 untuk WNI Hadapi Wabah Corona

Namun Bagiada telah memberikan klarifikasi bahwa data riil  terhadap ikan terpapar virus corona belum ada sampai saat ini. 

Menurutnya, informasi yang di muat di media online tersebut dia dapatkan berdasarkan berita mengenai wabah di Wuhan, Tiongkok  bahwa virus corona disinyalir ditularkan dari hewan-hewan liar  seperti kelelawar dan ular.

Disebutkan bahwa ular pun dapat tertular karena ular bisa memakan kelelawar yang telah terjangkit virus corona. Sementara keterkaitannya dengan ikan belum diketahui. 

Sebagai informasi, dalam rangka antisipasi penyebaran wabah ini, BKIPM akan membentuk Satuan Tugas (Satgas) khusus untuk menangani kasus virus corona.
“Terkait impor hasil perikanan, kami akan lakukan pengendalian hama dan penyakit ikan karantina (HPIK) dan jaminanan mutu, serta segera berkoordinasi terkait rekomendasi dan persetujuan impor,” tandas Rina

Virus Corona mulai mewabah dari Wuhan, Tiongkok telah menyebar ke 13 negara di dunia sampai Selasa 28 Januari 2020. 

Baca Lainnya : Virus Corona Mewabah, Pemerintah Siapkan 21 Kapsul Isolasi pada 19 Daerah

Virus Corona Baru merupakan anggota keluarga virus corona yang belum pernah ditemukan sebelumnya. Virus tersebut diduga berasal dari hewan. Mereka yang terinfeksi kebanyakan bekerja atau sering berbelanja di pasar grosir makanan laut di Wuhan, Tiongkok.

Infeksi virus tersebut telah menyebar ke 13 negara dunia, yaitu Jepang, Prancis, Australia, Amerika Serikat, Kanada, Nepal, Singapura, Malaysia, Korea Selatan, Thailand, Taiwan, hingga Vietnam.

Menurut WHO, penyakit yang memiliki risiko tinggi kematian ini penularan antar manusia hanya ditemukan di Tiongkok. Sementara beberapa kasus seperti di Thailand, Singapura, Taiwan tidak menular antar manusia melainkan riwayat perjalan ke Negeri Tirai Bambu tersebut.


 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

Jokowi Ungkap 10 Provinsi Prevelensi Stunting Tertinggi

Peristiwa   05 Agu 2020 - 15:06 WIB
Bagikan:          
Bagikan: