Enam Kecamatan di Bandung Masih Dikepung Banjir, BNPB: 3.882 Warga Terpaksa Mengungsi

TrubusNews
Astri Sofyanti
28 Jan 2020   10:30 WIB

Komentar
Enam Kecamatan di Bandung Masih Dikepung Banjir, BNPB: 3.882 Warga Terpaksa Mengungsi

Petugas BNPB dan BPBD Kabupaten Bandung membantu evakuasi warga yang terdampak banjir di Kabupaten Bandung Barat, Selasa (28/1) (Foto : Biro Humas BNPB)

Trubus.id -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa enam kecamatan di Kabupaten Bandung hingga hari ini, Selasa (28/1) masih dikepung banjir. Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencaan BNPB, Agus Wibowo mengatakan enam kecamatan tersebut meliputi Kecamatan Baleendah, Kecamatan Dayeuhkolot, Kecamatan Bojongsoang, Kecamatan Rancaekek, Kecamatan Majalaya dan Kecamatan Ciparay.

“Data hingga Selasa (28/1) pukul 05.00 WIB, sebanyak 18.046 Kepala Keluarga atau 59.917 jiwa terdampak banjir dengan ketinggian muka air rata-rata 10 sampai 200 sentimeter sehingga 3.882 jiwa mengungsi,” kata Agus lewat keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Selasa (28/1).

Adapun sejumlah titik pengungsian meliputi Aula Desa Dayeuhkolot, Masjid Ashofia, Masjid Baitu Haq, Masjid Al-Musofa, Masjid Argadinata, Masjid Al-Barokah, Shelter Parunghalang, Gedung INKANAS Baleendah dan sejumlah pengungsian lainnya yang tersebar di beberapa kecamatan.

Agus menyebut, kerugian materil yang ditimbulkan akibat banjir yang terjadi karena intensitas hujan tinggi di wilayah Kabupaten Bandung dan Kota Bandung tersebut meliputi 13.881 rumah, 23 Sekolah, 79 Tempat Ibadah, 18 Fasilitas Umum dan 278 hektar sawah. Selain itu akses Jalan Andir menuju Ketapang masih terendam dan tidak bisa dilalui kendaraan.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat, BPBD Kabupaten Bandung dan tim gabungan serta dari unsur TNI/Polri terus memantau ketinggian muka air dan melakukan assesment ke lokasi kejadian. Selain itu, bantuan logistik seperti sembako dan sejumlah barang penunjang kebutuhan lainnya terus dikirimkan kepada para pengungsi.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: