Hadiri Rakernas Kementan, Mendag: Kita Perkuat Sinergi Tingkatkan Ekspor Nonmigas

TrubusNews
Astri Sofyanti
28 Jan 2020   09:43 WIB

Komentar
Hadiri Rakernas Kementan, Mendag: Kita Perkuat Sinergi Tingkatkan Ekspor Nonmigas

Menteri Perdagangan Agus Suparmanto (kanan) dan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo Perkuat Sinergi Tingkatkan Ekspor Nonmigas di sela-sela Rapat Kerja Nasional Kementan di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Senin (27/1/20) (Foto : Biro Humas Kementerian Pertanian)

Trubus.id -- Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan Kementerian Pertanian (Kementan) memperkuat sinergi untuk mencapai surplus neraca perdagangan dengan pertumbuhan ekspor nonmigas. Hal itu diungkapkan Mendag Agus ketika menjadi pembicara di Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kementerian Pertanian di Jakarta.

"Kita harap Kemendag dan Kementan dapat bersinergi, saling mendukung untuk mencapai surplus neraca perdagangan dengan pertumbuhan ekspor nonmigas khususnya ekspor produk pertanian," demikian dikatakan Mendag Agus dalam rilis di Jakarta, Senin (27/1).

Menurutnya, peran dan dukungan dari Kementan yang dibutuhkan yaitu meningkatkan daya saing produk pertanian melalui peningkatan kualitas dan produksi hasil pertanian; diversifikasi produk pertanian dengan mengolah produk pertanian yang bernilai tambah; serta peningkatan kapasitas sumber daya pertanian dalam rangka meningkatkan kemampuan para petani.

Baca Lainnya : Dedi Mulyadi: Stigma Pertanian Penyebab Inflasi Harus Diubah

Agus menegaskan, mandat Presiden Jokowi kepada Kemendag yaitu menjaga neraca perdagangan dengan mempercepat penyelesaian perundingan perdagangan terutama dengan negara-negara potensial tujuan ekspor, mengendalikan impor secara selektif, dan mengoptimalkan peranan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC).

"Selaras dengan mandat Presiden Jokowi, Kemendag telah menetapkan kebijakan utama tahun 2020-2024, yaitu menargetkan pertumbuhan ekspor nonmigas di kisaran 7,75-11,09 persen; pertumbuhan ekspor barang/jasa di kisaran 7,62-10,75 persen; dan fokus mendorong enam produk prioritas ekspor," beber Agus.

Pada kesempatan tersebut, Mendag juga memaparkan strategi jangka pendek dan menengah dalam meningkatkan ekspor nonmigas.

Baca Lainnya : Mentan Syahrul Ajak Lintas Kementerian Wujudkan Pertanian Maju, Mandiri dan Modern

Strategi jangka pendek yang akan dilakukan Kemendag adalah meratifikasi 13 perjanjian dan menyelesaikan 11 perjanjian perdagangan internasional; menyederhanakan prosedur ekspor dan kemudahan impor bahan baku; meningkatkan free trade agreement (FTA) center di lima daerah yaitu Jakarta, Bandung, Surabaya, Makasar, dan Medan; menggiatkan misi dagang ke pasar tradisional dan pemanfaatan perjanjian internasional; serta optimalisasi ITPC.

Sedangkan strategi jangka menengah yang akan dilakukan adalah menyelesaikan sengketa dagang dan mengoptimalkan pemanfaatan instrumen pengamanan perdagangan; serta meningkatkan pencitraan (branding) dalam partisipasi pameran dan misi dagang.

Selain itu, meningkatkan SDM usaha kecil dan menengah (UKM) ekspor dengan pelatihan ekspor kepada 3.424 peserta dan pelatihan program pada 38 pelaku usaha UKM siap ekspor; serta mendorong penerapan skema imbal dagang dan pengolahan energi baru terbarukan. [NN]

 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: