Gelar Rakernas, Mentan Syahrul Bersama 8 Kementerian/Lembaga Tandatangani Nota Kesepahaman Dorong Akselerasi Pertanian

TrubusNews
Astri Sofyanti
27 Jan 2020   15:00 WIB

Komentar
Gelar Rakernas, Mentan Syahrul Bersama 8 Kementerian/Lembaga Tandatangani Nota Kesepahaman Dorong Akselerasi Pertanian

Mentan Syahrul dan Menteri Perdagangan Agus Suparmanto menandatangani nota kesepahaman di sela-sela Rapat Kerja Nasional di Jakarta, Senin (27/1/20) (Foto : Biro Humas Kementerian Pertanian)

Trubus.id -- Kementerian Pertanian (Kementan) menggelar Rapar Kerja Nasional (Rakernas) Pembangunan Pertanian 2020. Dalam Rakernas tersebut, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo melakukan penandatanganan kerjasama bidang pertanian dengan delapan Kementerian/Lembaga.

Kerjasama ini dilakukan dengan menandatangani nota kesepahaman (MoU) diantaranya dengan Menteri Perdagangan untuk akselerasi ekspor produk pertanian. Menteri Desa untuk pemberdayaan masyarakat desa, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah untuk pengembangan korporasi petani dalam rangka industrialisasi pertanian, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk pengawasan obat hewan, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) untuk perlindungan info dan transaksi elektronik, Menteri Dalam Negeri, Kementerian Komunikasi dan Informatika, dan Menteri Kesehatan.

"Hari ini Kementerian Pertanian menggelar Rapar Kerja Nasional Pembangunan Pertanian 2020. Kami mengundang Kementerian/lembaga terkait untuk melakukan akselerasi pertanian Indonesia. Kami juga melakukan penandatanganan MoU dengan Kementerian Perdagangan, Kementerian Koperasi dan UKM, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Desa PDTT, Kementerian Kesehatan, Kementerian Komunikasi dan Informatika dan lembaga negara lainnya," ucap Syahrul.

Sementara itu, dalam kesempatanya, Menteri Perdagangan, Agus Suparmanto mengatakan bahwa kenaikan nilai ekspor pertanian terus mengalami lonjakan hingga mencapai Rp2,3 miliar. Namun demikian, lonjakan tersebut musti didukung oleh berbagai pihak, terutama perusahaan kargo.

"Dalam hal ini saya sangat selektif karena harus dimaksimalkan dulu dalam hal import. tujuan import ini bukan untuk mengisi kekosongan saja tetapi juga harus dapat merubah pasar dan menjaga neraca perdagangan kita untuk mengoptimalisasi kelembagaan," jelasnya.

Agus berharap, Kementerian Pertanian dibawah pimpinan Syahrul Yasin Limpo terus meningkatkan daya saing produk pertanian untuk meningkatkan kapasitas sumber daya pertanian ke depan. "Kalau sudah ditingkatkan, kita bisa bersaing dengan negara besar lainya," ujar Mendag.

Syahrul berharap, dengan adanya kesamaan gerakan langkah dari seluruh kementeria terkait dengan pertanian diharapkan akselarasi lebih cepat dan maskimal.

"Salah satu harapan kami agar produktifitas lebih tinggi lagi selain memenuhi kebutuhan nasional terhadap kesiapan pangan 267 juta orang, maka harapan kita adalah melakukan upaya ekpor lebih banyak lagi berbagai negara dan disiapakan lebih baik. Langkah teknis lain yakni membangun sinergi dengan meteri lain. Ini arahan langsung dari Pak Presiden Jokowi agar menteri satu dengan yg lainnya saling berkoordinasi," pungkas Syahrul.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: