Mobilisasi Pekerja China - Indonesia Tinggi, Ombudsman Minta Pemerintah Bentuk Crisis Center Corona

TrubusNews
Binsar Marulitua
27 Jan 2020   06:30 WIB

Komentar
Mobilisasi Pekerja China - Indonesia Tinggi, Ombudsman Minta Pemerintah Bentuk Crisis Center Corona

ilustrasi Virus Corona (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Anggota Ombudsman Republik Indonesia, Alvin Lie mengungkapkan ancaman wabah virus Corona (Koronavirus) yang saat ini berjangkit di Cina harus menjadi alarm bagi pemerintah Indonesia untuk segera menyiapkan crisis centre, mengingat mobilisasi manusia dari China ke Indonesia atau sebaliknya cukup tinggi. 

"Meski belum ada data dengan jumlah signifikan mengenai warga terjangkit wabah virus corona, pemerintah perlu berancang-ancang menyiapkan crisis center, mengingat mobilisasi manusia dari China ke Indonesia atau sebaliknya cukup tinggi," jelas Alvin di Jakarta, Minggu (27/1/2020) malam. 

Alvin menjelaskan, berdasarkan data statistik jumlah tenaga kerja asal China yang ada di Indonesia mencapai 32.209 jiwa pada tahun 2018 dengan ciri khas terkonsentrasi pada wilayah-wilayah proyek maupun perkantoran perusahaan multinasional asal China. Tak cukup mudah mendapatkan data statistik mutakhir mengenai tenaga kerja asal Indonesia yang berada di China. 

Beberapa sumber seperti The World Bank dan BPS menyebutkan dari 9 juta Tenaga Kerja Asal Indonesia di luar negeri, ada 10% atau lebih kurang 900.000 jiwa di China.
Ombudsman mengapresiasi upaya screening lebih ketat di pintu-pintu kedatangan yang telah dilakukan  oleh Pemerintah. Lebih jauh, Ombudsman memandang perlu segera dilakukan hal-hal berikut. 

Yang pertama, menyiapkan komunikasi krisis agar masyarakat mengetahui ke mana mereka harus berhubungan segera jika wabah mulai meluas dan bagaimana mengurangi resiko terjangkit virus corona. Kedua, mengkaji ulang kesepakatan-kesepakatan investasi yang mengsyaratkan penggunaan tenaga kerja asing asal China dan menyiapkan skema mitigasi.

"Ini penting untuk mengantisipasi risiko meluasnya wabah virus corona di area-area proyek investasi asal China dan mengurangi dampak ekonomis akibat terganggunya aktivitas investasi," tambahnya.

Ketiga mengidentifikasi dan menyiapkan skema perlindungan bagi penduduk Indonesia yang berada di China, baik pekerja migran, pelajar, dan lainnya, maupun di wilayah negara lain yang terindikasi terkena serangan (suspected country). Keempat segera menyesuaikan standar pelayanan, termasuk terhadap BPJS, untuk memastikan pasien terjangkit wabah tetap dapat terlayani.

Selanjutnya, Ombudsman juga mendesak pemerintah melakukan pemutakhiran berkala dan mempublikasikan perkembangan keadaan berdasarkan tingkat kedaruratan, terutama di area-area rawan, agar bisa memberikan kewaspadaan dan ketenangan bagi publik.

Ombudsman memandang Pusat Komunikasi Krisis perlu segera disiapkan karena publik penting mendapat informasi akurat terkini agar mempersempit ruang berkembangnya informasi sesat/hoax. 

"Informasi publik agar dikelola sumber tunggal dan para pejabat agar menahan diri tidak menyampaikan informasi yang akuntabilitasnya belum jelas," pungkasnya.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Tiga Cagar Biosfer Indonesia Diakui UNESCO

Peristiwa   31 Okt 2020 - 14:05 WIB
Bagikan:          
Bagikan:          

Presiden Jokowi Ajak Pemuda Tekuni Pertanian

Peristiwa   31 Okt 2020 - 11:55 WIB
Bagikan: