China Kembali Temukan Kasus Corona, WHO: Gelar Rapat Darurat Besok

TrubusNews
Astri Sofyanti
21 Jan 2020   17:22 WIB

Komentar
China Kembali Temukan Kasus Corona, WHO: Gelar Rapat Darurat Besok

Ilustrasi - virus corona (Foto : iStockPhoto)

Trubus.id -- Wabah virus corona jenis baru menjadi dalang penyakit pneumonia di Wuhan, China. Sejak kasus pertama yang dilaporkan pada 31 Desember 2019 lalu, kini muncul 17 kasus baru. China melaporkan kasus terbaru ini tiga diantaranya dalam kondisi kritis.

Mengutip dari AFP, Selasa (21/1), virus ini menginfeksi seseorang dengan rentang usia 30 sampai 80 tahun. tercatat, 62 orang terinfeksi virus corona di Wuhan, China, dengan delapan orang masih dalam kondisi yang memprihatinkan, 19 orang dinyatakan pulih, sementara sisanya masih mendapat perawatan intensif di ruang isolasi rumah sakit. Sejak akhir Desember 2019 hingga pertengahan Januari 2020, sebanyak 218 orang terinfeksi virus corona.

Belum lama ini, otoritas China mengonfirmasi jika virus corona ini menyebar dari manusia ke manusia lain. Bahlam tiga negara di Asia seperti Jepang, Korea dan Thailand ditemukan kasus yang sama.

Melihat kondisi ini, badan kesehatan dunia (WHO) menggelar rapat darurat pada pekan ini. WHO akan menggelar rapat Jenewa pada Rabu (22/1) untuk menentukan apakah akan menyatakan wabah virus tersebut dalam status "darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional" - suatu penunjukan langka yang hanya digunakan untuk epidemi paling parah.

Beijing dan Shanghai mengonfirmasi kasus pertama mereka pada Senin (20/1). Sementara lainnya muncul di provinsi Guangdong Selatan, dan 136 kasus baru ditemukan di Whuna pada akhir pekan lalu.

Komisi kesehatan Wuhan mengungkapkan bahwa ada korban ketiga yang meninggal di Wuhan.

Salah seorang ilmuwan du Komisi Kesehatan Nasional Zhong Nanshan, ilmuwan mengungkapkan bahwa pasien bisa tertular virus tersebut tanpa harus pergi ke Wuhan.

"Saat ini bisa dikatakan secara afirmatif bahwa ada fenomena penularan dari manusia ke manusia," kata Zhong Nanshan dalam wawancaranya dengan CCTV, mengutip CNNIndonesia.

Sementara di Guangdong, dua pasien terinfeksi oleh anggota keluarga yang mengunjungi Wuhan. Empat belas tenaga medis yang membantu pasien coronavirus juga telah terinfeksi.

Zhong memprediksi peningkatan kasus pneumonia (radang paru-paru) terjadi saat liburan Tahun Baru Imlek. Saat itu dikatakan jutaan orang datang ke China. Namun pada kenyataannya, penyebaran virus corona ini tidak memperlambat perjalanan liburan tahunan.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: