Ekspor Rajungan Berpotensi Melesat, KKP Dorong Pengelolaan Mutu SNI

TrubusNews
Binsar Marulitua
21 Jan 2020   14:29 WIB

Komentar
Ekspor Rajungan Berpotensi Melesat, KKP Dorong Pengelolaan Mutu SNI

ILustrasi Rajungan (Foto : KKP)

Trubus.id -- Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus mendorong perbaikan mutu rajungan sebagai salah satu komoditas unggulan ekspor Indonesia. KKP juga menargetkan volume ekspor rajungan meningkat di 2020.

“Rajungan merupakan salah satu komoditas unggulan ekspor Indonesia di tahun 2019. Merujuk data sementara dari Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor rajungan termasuk di dalamnya kepiting sebesar USD 393 juta, dengan volume 25,9 ribu ton," kata Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP, Agus Suherman di Jakarta, Selasa (21/1/2020).

Baca Lainnya : Susun Peta Jalan, KKP Targetkan Produksi 10,99 Juta Ton Rumput Laut di 2020

"Untuk itu, tahun  2020 kita harus dorong terus agar ada peningkatan ekspor Rajungan, salah satunya dari Jawa Tengah," tambah Agus.

Agus mengatakan, Provinsi Jawa Tengah merupakan salah satu daerah penghasil rajungan. Sampai dengan 21 Januari 2020, sebanyak 161 ton rajungan senilai Rp 30,37 miliar berhasil diekspor dari Kabupaten Demak dan Rembang ke Amerika Serikat dan Hongkong. 

Ekspor produk rajungan tersebut berasal dari 5 Unit Pengolahan Ikan (UPI) Rajungan yang berada di Kabupaten Demak dan Rembang. 

"Salah satu pemasok utamanya Desa Betahwalang, Kabupaten Demak, yang kerap dikenal sebagai 'Kota Rajungan'," kata Agus.

Agus menerangkan pangsa pasar rajungan sangat luas, mulai dari Amerika Serikat, China, Malaysia, Jepang, Singapura, Perancis, hingga Inggris.

Bahkan, Amerika Serikat masih menjadi pasar terbesar untuk ekspor komoditas rajungan yang didominasi dengan produk olahan dalam kemasan kedap udara atau kaleng. 

Baca Lainnya : KKP: Kuota Impor Garam Capai 2,9 Juta Ton pada 2020

Namun, tidak menutup kemungkinan permintaan akan terus bertambah dari negara lain seperti China yang menggemari produk rajungan dalam kondisi hidup, segar atau dingin. 

Sementara Jepang banyak membeli produk rajungan yang diolah atau diawetkan tidak dalam kemasan kedap udara. 

"Potensi pasar rajungan sangat luas, maka dari itu kami ingin terus meningkatkan produk komoditas rajungan dalam negeri," kata Agus.

Agus berharap, komoditas rajungan mampu memberikan kontribusi besar terhadap target ekspor produk perikanan 2020 sebesar USD 6,47 milyar. Salah satu yang menjadi andalan ekspor adalah rajungan. Untuk itu, kata Agus, pihaknya akan terus berupaya meningkatkan produktivitas termasuk mutu produk rajungan.

Berbagai upaya yang dilakukan, di antaranya pembinaan mutu bagi supplier, pembinaan mutu bagi UPI skala menengah besar, serta peningkatan kinerja UPI skala mikro besar dalam pengelolaan lingkungan. 

Baca Lainnya : Tiga Fokus Utama KKP Kembangkan Perikanan Budidaya di Mempawah Kalbar

"Upaya pemerintah dalam hal ini Direktorat Jenderal PDSPKP-KKP untuk memastikan terpenuhinya kebutuhan bahan baku UPI di dalam negeri dan industri pengolahan ikan yang bermutu sesuai SNI”, kata Agus.

Agus berharap kegiatan pembinaan tersebut dapat meningkatkan sistem jaminan mutu pada tingkat nelayan, pengumpul, dan pemasok bahan baku. Pencatatan rinci dalam proses pengumpulan hingga pengolahan bahan baku juga diharapkan bisa memberi kepercayaan bagi konsumen. 

"Dengan ketelusuran ini mendorong terciptanya kepercayaan konsumen bahwa bahan baku yang diperoleh dan diproses berasal dari budidaya dan wilayah perairan tangkap yang aman dan tidak tercemar," kata Agus.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          

Menkraf Dorong Indonesia Miliki Peta Geospasial Pariwisata

Peristiwa   22 Feb 2020 - 14:25 WIB
Bagikan: