Kementerian Kesehatan Imbau Wisatawan Indonesia Waspadai Virus Corona di Jepang dan Korea

TrubusNews
Astri Sofyanti
21 Jan 2020   10:00 WIB

Komentar
Kementerian Kesehatan Imbau Wisatawan Indonesia Waspadai Virus Corona di Jepang dan Korea

ilustrasi - penyakit pneumonia (radang paru-paru) (Foto : Istockphoto/yodiyim)

Trubus.id -- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengimbau para wisatawan asal Indonesia yang tengah berkunjung ke Jepang dan Korea untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap virus novel coronavirus atau nCov yang menjadi dalang dari penyakit pneumonia (radang paru-paru).

Pejabat-pejabat kesehatan Korea Selatan Senin (20/1) telah mengukuhkan virus corona pada seorang perempuan berusia 35 tahun yang terbang dari Wuhan ke Incheon, Korea Selatan. Selain itu, Thailand dan Jepang juga sudah mengukuhkan beberapa penderita yang positif terinfeksi virus corona.

Merespon hal tersebut Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Anung Sugihantono mengungkapkan, pemerintah Indonesia secara resmi telah mengeluarkan imbauan perjalanan WNI jika berkunjung ke China, khususnya di Wuhan Provinsi Hubei karena terdapat KLB nCov.

“Meski pemerintah Indonesia secara resmi tidak mengeluarkan imbauan perjalanan untuk negara lain seperti Jepang dan Korea, namun Anung mengingatkan WNI tetap waspada dengan menjaga tubuh agar tetap sehat,” kata Anung lewat keteranfannya di Jakarta, Senin (20/1).

Ia mengatakan, imbauan pemerintah bagi WNI yang bepergian ke China untuk menghindari pasar hewan laut maupun unggas, menghindari kontak dengan orang yang menderita demam dan batuk, menjaga kebersihan diri dengan cuci tangan pakai sabun, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila merasa demam dan batuk.

Saat ini beberapa kasus pneumonia yang mirip dengan yang terjadi di Wuhan China dilaporkan juga terjadi di Thailand, Singapura, Jepang, dan Korea. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) secara resmi merilis bahwa kasus pneumonia di Thailand dan Jepang positif terinfeksi nCov berdasarkan hasil laboratorium.

"Tidak ada travel ban, yang ada hanya travel advisory ke China," ucap Anung.

Saat ini pemerintah Indonesia lanjut Anung, telah meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit nCov yang mulanya terjadi di Wuhan China. Pemerintah melalui Kantor Kesehatan Pelabuhan melakukan pemeriksaan bagi orang yang masuk ke Indonesia melalui pintu masuk negara melalui alat pemindai demam.

Sebanyak 135 pintu masuk Indonesia dijaga dengan alat thermal scanner untuk mengetahui seseorang yang demam dengan suhu di atas 38 derajat celsius. Apabila terdapat orang yang demam akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut terkait gangguan kesehatan yang berhubungan dengan nCov. Apabila hasil pemeriksaan mengarah pada nCov maka akan dilakukan tindakan kekarantinaan.

“Setiap warga negara asing yang datang pun diberikan Health Alert Card untuk memantau kesehatannya selama satu atau dua minggu apabila mengalami keluhan kesehatan,” ungkapnya lagi.

Pakar-pakar kesehatan di China hari Senin (20/1) mengukuhkan bahwa sebuah virus corona yang baru, bisa menular, dan menimbulkan kekhawatiran bahwa virus itu dapat menyebar dengan cepat di antara manusia.

Kantor berita resmi China, Xinhua, melaporkan, Komisi Kesehatan Nasional China mengatakan virus, yang menimbulkan pneumonia, dapat menular antar-manusia dan tidak hanya dari hewan ke manusia.

Sebelumnya pejabat kesehatan China mengkonfirmasi 136 penderita baru dari virus yang baru ditemukan itu termasuk penderita pertama di ibukota Beijing dan Shanghai – suatu lonjakan besar dalam tiga hari terakhir ini.

Pejabat-pejabat kesehatan di kota Wuhan, di bagian tengah China, di mana wabah ini berawal, mengatakan bahwa jumlah penderita kini sudah melampaui 200 orang. Sebagian besar penderita yang dikukuhkan itu digambarkan menderita penyakit ringan, tetapi tiga orang dilaporkan telah meninggal dunia.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: