Kemendag Dorong Implementasi Teknologi CAS untuk Akselerasi Penerapan Sistem Resi Gudang Bawang Merah Brebes

TrubusNews
Astri Sofyanti
20 Jan 2020   15:00 WIB

Komentar
Kemendag Dorong Implementasi Teknologi CAS untuk Akselerasi Penerapan Sistem Resi Gudang Bawang Merah Brebes

Ilustrasi - bawang merah (Foto : Pixabay/Klimkin)

Trubus.id -- Kementerian Perdagangan (Kemendag) mempercepat implementasi teknologi mesin penyimpanan produk hortikultura (controlled atmosphere storage/CAS) untuk akselerasi penerapan sistem resi gudang (SRG) bawang merah di Brebes, Jawa Tengah. Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi, Tjahya Widayanti mengungkapkan bahwa implementasi dilakukan sesuai dengan amanah Undang-Undang No 9 Tahun 2011 tentang Sistem Resi Gudang.

"Implementasi teknologi CAS dilakukan untuk menjaga komposisi kandungan udara dan kualitas produk bawang merah dalam waktu yang lama. Teknologi CAS mengurangi kandungan O2, CO2, N2, dan ethylene guna memperlambat penuaan komoditas yang disimpan di dalam gudang SRG," demikian dikatakan Tjahya lewat keterangannya.

Penggunaan teknologi CAS lanjut Tjahya merupakan penerapan teknologi 4.0 berupa sistem kontrol dengan mengondisikan kandungan udara pada sistem gudang SRG.

"Implementasi tersebut merupakan salah satu upaya Kemendag dalam berinovasi menerapkan teknologi 4.0 pada SRG untuk penyimpanan produk bawang merah," paparnya.

Selain menggunakan teknologi CAS, gudang SRG dilengkapi dengan berbagai fasilitas, di antaranya kantor pengelola gudang, ruang jaga, tempat parkir, toilet, tempat sandar dan bongkar muat, instalasi dan saluran air, instalasi listrik dan generator, kopel, serta gudang utama.

"Gudang SRG dipersiapkan untuk menampung bawang merah yang telah memenuhi standar atau kualitas yang telah ditetapkan dari para petani saat panen raya. Saat ini, gudang SRG sudah siap menampung bawang merah di wilayah Brebes dan sekitarnya," bebernya lagi.

Gudang SRG ungkap Tjahya membutuhkan pengelola gudang yang profesional, kompeten, dan handal. Pengelola gudang SRG memegang peranan penting dalam mendorong optimalisasi pemanfaatan SRG oleh para petani.

"Pemberian nilai tambah dan layanan jasa pengelola gudang akan menjadi daya tarik SRG, sehingga SRG tidak hanya sekadar tunda-jual. Pengelola gudang diharapkan mampu mengelola dan mengatur gudang SRG dengan baik sehingga gudang SRG mampu menjadi stabilisator harga bawang merah di wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya," tutur Tjahya.

Tjahya menambahkan, untuk keperluan pengujian mutu bawang, Unit Pelaksana Teknis Daerah Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Jawa Tengah akan menjadi Lembaga Penilaian Kesesuaian (LPK) Uji Mutu SRG bawang. LPK berperan menentukan jenis bawang merah yang memenuhi standar kualitas yang telah ditetapkan untuk bisa mengisi gudang SRG di wilayah Brebes.

Gudang SRG Brebes merupakan milik Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan, Pemerintah Daerah Kabupaten Brebes. Gudang ini terletak di Jalan Raya Klampok, Ruko Pasar Bawang, Desa Klampok, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Kapasitas gudang SRG sebanyak 60 ton yang terdiri dari lima kopel dengan masing masing kopel mempunyai kapasitas sebanyak 12 ton. "Gudang SRG diharapkan mampu mengamankan pasokan kebutuhan bawang merah sebelum panen raya atau menjadi gudang keperluan ekspor," tutupnya.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: