Bertambah, BNPB Catat 7 Orang Meninggal Dunia Terdampak Banjir Bandang Bengkulu

TrubusNews
Binsar Marulitua
20 Jan 2020   13:30 WIB

Komentar
Bertambah, BNPB Catat 7 Orang  Meninggal Dunia Terdampak Banjir Bandang  Bengkulu

Jembatan Gantung Cawang yang putus akibat terjangan banjir bandang Desa Manau Sembilan II, Kecamatan Padang Guci Hulu, Kabupaten Kaur, Bengkulu, Minggu (19/1/2020) . (Foto : BNPB)

Trubus.id -- Banjir bandang menerjang wilayah Desa Manau Sembilan II, Kecamatan Padang Guci Hulu, Kabupaten Kaur, Bengkulu, Minggu (19/1/2020) pukul 15.00 WIB.

Hingga Senin (20/1/2020) Badan nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, bencana tersebut telah mengakibatkan 7 orang meninggal dunia. 

Menurut laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kaur, banjir bandang tersebut dipicu oleh faktor cuaca yang buruk dan intensitas hujan tinggi sehingga menyebabkan banjir.

Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Agus Wibowo mengungkapkan, data pembaruan jumlah korban jiwa  tersebut melengkapi data sebelumnya, yang mencatat 4 jiwa meninggal dunia, 6 dinyatakan hilang.

Selain itu 17 orang berhasil selamat setelah terjatuh dari Jembatan Gantung Cawang yang putus akibat terjangan banjir bandang.

"Sedangkan tiga lainnya masih belum ditemukan," jelas Agus dalam keterangan tertulis, Senin (20/1/2020).


 Berikut ini nama-nama korban meninggal dunia pada akibat bencana tersebut:

1.       Emilia binti minut, desa Manau 9 II

2.       Yeni binti kamharudin, desa Manau IX 2

3.       Pio bin Didi , Desa Bungin tambun

4.       Peri Rahman bin tisri, Desa pulau panggung

5.       Migi bin Jon armada, desa rigangan

6.       Mika binti sus, desa Bungin tambun 3

7.       Viki bin ida, desa pulau panggung

 

Sementara itu, korban yang masih dalam pencarian:

1.       Intan guspani binti Indi , Bungin tambun 2

2.       Gok bin junar, Desa Tanjung ganti 1

3.       Ipan bin Ujang , Desa pulau panggung


 BPBD Kabupaten Kaur telah mendirikan posko darurat pencarian di lokasi kejadian. Tim gabungan dari unsur TNI, Polri, Basarnas dan pemerintah daerah setempat masih terus melakukan upaya pencarian bersama. Sementara itu, jumlah kerugian yang ditimbulkan dari peristiwa banjir bandang masih dalam proses pendataan.

Sejak tadi malam (19/1/2020) BPBD, TNI, Polri, Basarnas, Organisasi Perangkat Daerah terkait, dan relawan sudah bekerja untuk mencari korban yang hilang. Posko Darurat juga sudah didirikan di lokasi kejadian.

 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          

Menkraf Dorong Indonesia Miliki Peta Geospasial Pariwisata

Peristiwa   22 Feb 2020 - 14:25 WIB
Bagikan: